26 Agustus 2009

LOWONGAN DI AKHIRAT

Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !


LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka

UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :

Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.

Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’ Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI

Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.
Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng). Rasulullah saw bersabda, “Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan” (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim). Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda, “Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat” M(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, “Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan” (Abu Daud, Ibn Hanbal).

Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.

Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :

1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan ‘hidup’ dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.
2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.

SYARAT-SYARAT PELAMAR

- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.
- Tidak perlu bawa harta
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau
seksi.
Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.

WAKTU WAWANCARA :

Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.

Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.


LOKASI DAN LAMA WAWANCARA

Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.
Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).

PEWAWANCARA:

Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.
Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian

WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :

1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa agamamu ?
3. Siapa nabimu?
4. Apa kitabmu?
5. Dimana kiblatmu ?
6. Siapa saudaramu?
Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.


CARA MELAMAR:

Sekalilagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar lagi).


BENARKAH LOWONGAN INI ?

Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat.
Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)

Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.

MAU MELAMAR KE POSISI B ?
Mudah saja, hiduplah sesuka anda...


sumber: http://my.opera.com/rukawa1/blog/show.dml/3287800

Puasa Itu "Luar Biasa"

Terkadang kita baru merasakan nikmatnya suatu nikmat yang diberikan Allah ketika nikmat itu telah pergi dan berlalu dari kita


Untuk menikmati bahwa "Puasa Itu Luar biasa", coba rasakan dan ingat-ingat kembali secara cermat setiap mau memasuki bulan puasa, dapatkan maknanya bahwa betapa besar nikmat untuk melaksanakan ibadah saum sebulan penuh di bulan romadhon.

Perjalanan hari-hari amal di bulan puasa itu seakan-akan sangat dekat sekali dengan Allah, sepertinya hanya untuk Allah. Semua amal perbuatan orang mukmin terasa bermakna ibadah, seolah-olah amalannya penuh keikhlasan. Puasa sepertinya mengajarkan bekal ibadah ikhlas yang menjadi landasan semua amal kemuliaan.

Rasulullah Saw. dalam meriwayatkan Hadis Qudsi menyatakan, bahwa Allah Swt. berfirman:"Semua amal perbuatan Bani Adam menyangkut dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan karena itu Akulah yang langsung membalasnya.

Puasa itu ibarat perisai. Pada hari melaksanakan puasa, janganlah orang yang berpuasa mengucapkan kata-kata kotor, tidak sopan, dan tidak enak didengar, dan jangan pula ribut hingar bingar bertengkar. Jika di antara kalian memaki atau mengajak berkelahi, hendaknya mengatakan kepadanya:"Saya sedang berpuasa".

Selanjutnya Nabi Saw. bersabda: "Demi Allah yang diri Muhammad di dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari bau minyak kesturi". Dan bagi orang yang berpuasa tersedia dua kegembiraan, gembira ketika berbuka puasa karena bukanya, dan gembira ketika kelak menemui Rabb-Nya karena menerima pahala puasanya (HR Syaikhani, Nasa'i, dan Ibnu Hibban yang bersumber dari Abu Hurairah).

Apakah ada orang berpuasa terjadi riya' atau pamer,?. Orang lapar sepertinya tidak pantas dipamerkan. Riya’ itu terjadi terhadap sesama manusia, sedangkan puasa itu ibadah di dalam Qolbu. Semua perbuatannya tidak dinilai dari gerakan-gerakannya. Puasa betul-betul ibadah yang tidak diketahui oleh orang lain. Allah sendirilah yang mengetahui ukuran pahala puasa dan penggandaan upahnya. Adapun ibadat-ibadat lainnya dapat diketahui oleh sebagian orang. Allah berfirman:"Puasa itu untuk-Ku, dan Aku memberi balasan atasnya" sehingga puasa itu ibadat yang paling disukai oleh-Nya. Bagi orang mukmin bulan puasa itu bulan yang begitu Istimewa.

Rasullullah Saw pernah memberi pelajaran kepada umatnya :” Puasa yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata-mata akan bernilai sepuluh kebajikan. Orang yang puasa di bulan Ramadhan dan diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawwal (ctt:setelah bulan Ramadhan) dinilai sama dengan puasa sepanjang tahun, yaitu tiga puluh hari kali sepuluh sama dengan tiga ratus, ditambah dengan enam kali sepuluh, sama dengan enam puluh. Berarti jumlah semuanya adalah 360 hari menurut kalender syamsiah (matahari).

"Satu kebajikan (dibalas) menjadi sepuluh kali lipat sedangkan kejahatan dibalas seimbang dengan dosanya atau Kuampuni sama sekali meskipun dia menghadap Aku dengan kesalahan-kesalahan hampir sebesar Bumi. Barangsiapa merencanakan hendak melaksanakan suatu kebaikan, tetapi belum dikerjakan, akan dicatat (oleh Malaikat) baginya suatu kebajikan.Dan barangsiapa merencanakan hendak melakukan satu kejahatan tapi belum dikerjakannya, tidaklah dicatatkan baginya sedikit pun (yang dianggap sebagai doa). Dan barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Dan barangsiapa yang mendekatkan dirinya kepada-Ku sehasta, akau akan mendekat kepadanya sedepa (HR Thabrani yang bersumber dari Abu Dzar).

Perangkat utama dari keikhlasan adalah niat sehingga nabi mengingatkan benar tentang niat puasa ini? "Barangsiapa yang tidak menetapkan akan berpuasa sebelum fajar, maka tiada sah puasanya".(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah). Daruqutni meriwayatkannya dengan redaksi yang berbeda: "Tidak sah puasanya bagi orang yang tidak menetapkannya dari malam harinya".

"Umatku dikarunia lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun yang sebelum mereka. Pertama, apabila malam pertama dari bulan Ramadhan tiba, maka Allah memandang mereka dengan belas kasih, dan barangsiapa yang dipandang Allah dengan belas kasih, maka Dia tidak akan mengazabnya sesudah itu buat selama-lamanya. Kedua, Allah Ta'ala menyuruh para Malaikat memohonkan ampun untuk mereka. Ketiga, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi. Keempat, Allah Ta'ala berkata kepada surga,'Berbahagialah hamba-hamba-Ku yang beriman, mereka adalah kekasih-kekasih-Ku. Dan kelima, Allah Ta'ala mengampuni mereka semua".(Al-Hadist).

Duri-duri di Bulan Suci

Hadist Nabi yang menggambarkan keistimewaan bulan Ramadhan, seperti dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan terbelenggunya para setan, seharusnya tidak hanya ditafsirkan secara tekstual melainkan dengan konteks yang diinginkan teks hadist itu. Dinyatakan bahwa di bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, maksudnya adalah di bulan ini banyak lahan amal ibadah yang sengaja Allah sediakan agar dapat digarap setiap muslim untuk meningkatkan kualitas keimanan dan keislaman.

Sedangkan pernyataan bahwa pintu-pintu neraka ditutup, maksudnya adalah banyak hal di bulan suci ini yang dapat menghalangi seorang muslim untuk berbuat maksiat. Oleh karena itu, hadist itu ditambah dengan pernyataan bahwa setanpun ikut terbelenggu. Ini adalah kiasan, yang artinya adalah; setan akan sangat kesulitan untuk menggoda muslim ketika sedang berpuasa di bulan suci.

Akan tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan seorang muslim tetap terjaga dari godaan setan. Setan akan terus menggoda manusia dengan berbagai macam cara termasuk dengan situasi dan kondisi sehari-hari pada bulan puasa itu. Walaupun mungkin tidak sampai membuat puasa batal secara hukum, akan tetapi nilai-nilai esensi yang terkandung dalam puasa akan hilang sehingga puasanya menjadi sia-sia. Demikianlah seperti yang disabdakan oleh Nabi: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar, dan berapa banyak orang sholat di tengah malam tidak mendapatkan apa-apa selain begadang” (HR. Nasa’i).

Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan bahwa tidak semua orang yang menjalankan ibadah puasa akan mendapat apa yang dijanjikan secara sempurna. Semua tergantung dari sejauh mana manusia menunaikan hak-hak puasa itu. Ada yang mampu menjalankan ibadah puasa dengan sempurna, ia tidak hanya mampu menjaga diri dari segala yang membatalkan dan yang dapat merusak puasa, melainkan ia mampu memakmurkannya dengan berbagai macam kebajikan.

Namun, lebih banyak lagi yang menyia-nyiakan hari-hari di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan dijadikan sebagai bulan makan-makan dan tidur di siang harinya. Sehingga menyelisihi hikmah disyariatkannya puasa. Tiada aktivitas di siang hari selain menunggu datangnya berbuka. Tidur, bermain atau menghibur diri (kendati dengan perkara mubah) agar waktu serasa cepat berlalu dan waktu berbuka cepat datang. Ia justru tidak memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan amal, menambah pahala dan sarana merenungi dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya.

Ada pula sebagian orang - bahkan mungkin kebanyakan orang – yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum pemborosan. Aneka ragam makanan diborong untuk dijadikan bahan berbuka puasa, porsi makan pun berlipat, seakan ingin jatah makan siang diambil pula untuk malam harinya. Demikianlah kiranya ironi orang yang berpuasa, namun tidak benar-benar berpuasa sehingga tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.

Semoga bermanfaat.

Referensi :
1. http://rumaljawi.blogspot.com/
2. http://alrasikh.wordpress.com/

sumber: http://www.percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&cID=553

Teman Sejati

Alangkah senangnya jika kita mempunyai teman yang setia di segala keadaan, baik di saat suka maupun di saat duka. Alangkah senangnya jika kita dapat berbagi apa yang kita rasakan. Alangkah senangnya jika ada orang yang mengerti kita. Dan itulah gunanya seorang teman.

Sebelumnya marilah kita merenung sejenak. Kita menginginkan mempunyai teman yang setia, yang dapat berbagi dengan kita, yang mengerti kita… Namun pertanyaannya, apakah kita sudah menjadi seperti itu?

Apakah kita sudah menjadi teman yang setia di segala keadaan? Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk teman kita? Maukah kita mengerti teman-teman kita?

Mari kita renungkan. Siapa yang akan memulai semua itu kalau bukan kita? Orang lainkah? Haruskah kita menunggu orang itu, jika kita dapat melakukannya?

Ingin mempunyai teman yang setia? Jadilah teman yang setia terlebih dahulu bagi teman anda. Ingin mempunyai teman yang mengerti anda? Jadilah teman yang mengerti mereka terlebih dahulu.

Jika dapat kita lakukan hari ini, lalu mengapa harus besok? Seorang teman sejati sulit dicari. Maka jadilah teman sejati bagi temanmu, maka kamu akan menemukan teman sejati itu.

Seorang teman sejati takkan lenyap karena waktu, takkan lenyap karena jarak, takkan lenyap walau kita berubah. Teman sejati selalu setia dan melakukan semua untuk kebaikan kita. Alangkah senangnya mempunyai teman seperti itu.

Apakah kita hanya mau menerima itu? Lantas siapa yang memberi jika semua orang berpikir seperti itu? Alangkah baiknya dan sudah seharusnya bagi kita untuk memberi.

Mungkin kita terpisah oleh ribuan mil lautan. Apa yang dapat kita lakukan bagi teman kita? Berdoalah bagi mereka.

Jadilah seorang teman sejati, maka kamu akan mendapatkan teman sejatimu.

25 Agustus 2009

Perkenalkan! Kami ini Muslim!!!

Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah "selamat" atau "tunduk patuh". Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.

Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.

Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.

Kami ini Muslim.

Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir. Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.

Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.

Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur'an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.

Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan. Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.

Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata. Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.

Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.

Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang. Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.

Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur'an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh. Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!

Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka. Kalian bisa membumihanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian. Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.

Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung. Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami. Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan : bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan. Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.

Kami adalah Muslim. Kami akan menang.

24 Agustus 2009

Karena Foto2ku,,

"Rhen, lo narsis bgt sih!" beberapa sobat2ku bilang seperti itu ke aku,, Hehe,, tapi aku juga bingung kasih jawaban ke mereka gimana,, Abis udah dari sananya sih aku kaya gini :p
Gag tau juga deh bawaannya kalo aku dah liat kamera maunya bergaya ajah,, Kalo kata nyokap sih bakat suka foto2 ku tuh dah dr kecil,, Hoho ^^, katanya waktu TK aja foto2nya didominasi olehku semua,, Hahaha.. Kalo kata nyokap lagi nih, aku tuh orangnya pemberani, jadi pasti bilang ke orang yg bawa kamera "Ibu, ibu, aku mau ya di foto" terus kata nyokap lagi dan mulailah aku dengan gayaku,, Dan info yg paling penting adalah ternyata dulu bokap waktu muda fotonya seabreg juga,, Gubrakkk!!! "berarti gue keturunan bokap donk yg hobi foto??" Kalo liat album foto bokap waktu msh muda suka ketawa sendiri, ternyata nurun ke aku.. Jiakakak :DDD kalo dibayangin lucu juga iaa, orang model aku (model elo?? emg apa??) ternyata banci foto..


Hmmm ada ya seseorang yg menegurku karena foto2 ku dengan sms kaya gini
"Apus2in aja deh foto2 lo, entah kenapa gue sih agag males klo ada akhwat pd mejeng di fb, di dunia nyata pd sok jaga hijab tp di dunia maya malah di umbar2" terus ada lagi nih "foto lo pas demo palestina jg di pasang, kesannya jadi riya' tau Biar Allah aja deh yg nilai sapa kita" (padahal tu foto bareng2, dia bilang gue doank,, hmm dasar!!).. terus aku jawab aja "ie gue tau, tapi itu ude gue diskusiin ma seorang ikhwan, katanya kalo kegiatan2 gapapa di pajang, biar menunjukan semangat en menimbulkan ghiroh bagi yg melihat" (gila bgt nh org, sebenernya gue esmosi tuh, tapi gue tahan tahan tahan,, huft.. bisa juga nahan esmosi,,) eh terus dibales lg ma dia "Terserah lo dah.. Ghiroh?? yg ada malah jd riya' krn lo merasa bangga pernah bikin acara ini itu.. Foto kegiatan sih boleh tp gag usah ada akhwat mejeng bisa kan? gag pke foto narsis segala bisa kan? dah ikut workshop fotografi kn? tau bedanya pose alami en pose ekspresi kan? klo gue sih pantang pajang what i've done".. Terus aku diemin aja dari pada esmosi, eh dia bales lagih tambah parah balesannya "Tujuan lo pake jilbab lebar apaan?? biar jaga hijab kan? Percuma aja kalo syuro pd pke hijab tinggi bgt en kalo jalan pd nunduk kaya nyari duit jatoh"
(Jilbab gue gag lebar2 amat deh kayanya,, en gue klo jalan kayanya juga gag pke nunduk2 segala,, rajin amat nunduk2)


Tujuan ku berhijab ya agar makin bertaqwa lah..
“Dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….” ( QS. An-Nur: 31)
En biar terkenal, jiakakak ngga deng, mksdny agar mudah membedakan wanita muslim dan nonmuslim..
QS. Al Ahzab : 59
yang artinya :“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”


Dan menurutku gag usahlah bawa2 hijab dalam masalah ini, karena hijab merupakan hal sensitif bagi seorang muslimah, lagi2 aku teringat dengan kata2 ini
"Bahwa JILBAB itu hal yg baik sedangkan tindakanku yg khilaf adalah hal yg buruk"
Yang harus ku buang jauh2 adalah hal yang buruk bukan yang baik!!! Lagi pula setiap manusia berproses, tak mungkin bisa menjadi baik seluruhnya..


Kalo menurutku foto itu adalah sebuah kenang2an yg gag akan mungkin bisa ke ulang lagi masanya.. Makanya aku gag akan melewatkan masa itu utk berfoto2 apalagi kalau momennya itu memungkinkan dan bagus.. Dan satu hal aku lebig tertarik di foto dari pada memoto.. xixixixiii :p
Sebenarnya iiaa aku tuh gag dibesarkan di lingkungan fotografi. Fotografi adalah hal yang amat sangat baru buat diriku. Termasuk segala istilah dan "aturan2" yang ada di dalamnya. He2.. Aku juga sadar foto2ku byk yg hanya sekedar numpang mejeng atau narsis2an,, Tapi buatku itu semua gag ada salahnya.. Photography adalah buat saya sendiri.. Bagus tidaknya foto yang menentukan adalah saya sendiri.. Dan aku rasa filosofi seperti ini gag ada salahnya..


Sebuah foto juga tidak hanya selalu punya unsur enak dilihat. Namun ada juga unsur lain seperti cerita terkandung di dalamnya,, Hal-hal seperti itu jauh belum aku sentuh (apalagi aku kan bukan photographer). Seperti POI (point of interest).. POI sendiri itu bisa diartikan sebagai sesuatu yang ingin diperlihatkan dan ditonjolkan dalam foto, bisa berupa suatu atau beberapa objek, atau justru keseluruhan frame.
Pada dasarnya, foto akan 'aman' dan enak dilihat jika mengikuti prinsip dasar tentang komposisi tersebut dan jelas POInya. Tapi...kembali lagi, itu teori menurut ku (jiahaha ngatak bgt sih gue iaa). Tidak semua harus sesuai dan mengikuti teori itu.


Jujur aku bukan orang yang belajar seni atau fotografi secara serius apalagi jurusan ku diperkuliahan bukan desain melainkan tekniknya. Tapi aku sangat tertarik dgn semua hal yang ada di dalamnya. Tapi intinya menurut ku semua itu teori.. Untuk membuat suatu foto yang bercerita, ataupun enak dilihat, aturan tidak selamanya mutlak.. termasuk pertanyaan "
dimana POInya?" jika foto itu cukup membuat kita terkesan, atau kita dapat menangkap suatu cerita darinya, itulah arti dari foto tersebut, tidak harus diubek2 mana POInya...


Aku cuma mengharapkan fotografi jadi milik semua kalangan baik dari segala gender, usia maupun status sosial..
Supaya fotografi nantinyA bisa 'ngomong' dan dilihat oleh anak cucu dan penerus2 kita.. apalagi buat kita yg kader2 dakwah, semoga bisa memotivasi penerus2 kita (memotivasi lho tujuannya, bukan riya'). makanya aku minta tolong kalau ada yang salah dengan foto2ku tolong sampaikan kepadaku dengan bahasa yg ahsan dan agak sabar iaa kalau menegurku (maklum u know lhaa gue kan orgnya ngatak abis!!),,

terakhir dariku..
salam fotografi ^^,

23 Agustus 2009

Lebih Baik Keluar Dari Jamaah

Bagikan
Hari ini jam 13:31
Sebuah tulisan yang bagus dan semoga bermanfaat buat antum semuanya

"Akh,
dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan
rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat
ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang
mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya
terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya.

"lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? "
sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja,
keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah
yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana
geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila
begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu.

Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman
di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu
memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum
naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah
sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos
bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan
untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan
bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya
mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. "
Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?".
Sang murobi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat
antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa
kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi
itu hanya sesaat.

Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila
ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam
datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan
dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u menangis
tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian.
Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru
tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang
paling utama menuju ridho Allah? " Bagaimana bila ternyata mobil yang
antum kendarai dalam menempuh
jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil
itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang
murobbi lagi.

Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkattangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sadar..
maafkan Ana.. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk
mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana
diperhatikan. " .

Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana
tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan
membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala
kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u
berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.

Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka
adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik
kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka
adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah
untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia
terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan
mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah
ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah
kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap
dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik
dari mereka."

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah
jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi
dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan
baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang
hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah
kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita
adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh
Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya
mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.

"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara
yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang
yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah dengan
ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang
kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena
peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip
tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum
terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak
hina menemui kemuliaannya. "

Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar
dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang
mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang
mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu
sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar
bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya.
Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian.

Semoga bermanfaat


sumber: http://haroqi.multiply.com/journal/item/607/Lebih_baik_Keluar_dari_Jamaah?replies_read=2

20 Agustus 2009

Nasi sudah jadi bubur

Hmmm kalo liat foto itu jadi inget waktu SMA aku ingin sekali menjadi mahasiswa,, Tapi setelah jadi mahasiswa malah ingin kembali jadi SMA!!

Hmmm rhen2 km tuh!! Hee ^^,,


Hmm waktu itu (waktu aku msh SMA) targetku nanti kalau jadi mahasiswa adalah aku bisa masuk di organisasi mahasiswa seperti BEM atau KAMMI,, Sampe aku tuh buat target dan bilang2 sama temen sekelasku tentang semua target2ku di masa kuliah,, Kalo masuk LDK mah dah pasti (jiah! Pede bgt loh!)..


Waktu SMA,, aku sangat aktif dalam pergerakan,, bahkan sering bgt ikut aksi sana sini,, amanah buanyak bgt,, dr rohislah, remaja masjidlah, DPRa lah, krang taruna lah, SLDP, ikut2an kapmi,, tapi kok pas jadi mahasiswa malah gag ada semua,, Podo kemana tho??


Hmmm bahkan aku juga pernah ngambek sama Allah (hee,, maafin aku ya Ya Allah,, jd malu) knp Allah menakdirkan aku untuk kuliah di tempatku sekarang,, Kadang aku berfikir seperti itu,, “Kenapa sih Allah kok ngasih aku kuliah disini, emg gag ada yg lebih baik iiaa??” padahal kata sobat2ku yg akhwat, mereka juga khawatir dari pertama kali ketika aku memutuskan untuk kuliah di Trisakti / Binus,, ya mreka pasti tau akan kondisi dakwah disana..


Yaa tp emg daku nya aja yg ngatak!! Dulu malah aku mau ambil kuliah di IKJ ambil desain interior,, Tapi pas c bundaku k sana,, beliau liat sesuatu yg gag wajar dikalangan mahasiswa,, Langsung aku di babat habis “enggaaaak rheeeeen jangaaaaaan di situuuuuuu,, ngeriiii!” gituh tuh kata c bunda saiiang.. Ya udah akhirnya aku bingung dan sempet tuh mampir ke UNJ ke FIP udah nanya2 cara bayar ini itu (ceritanya dulu mau ngambil Teknologi Pendidikan, yg rada kerenan dikit gtuh),, eh tapi aku masih setengah hati,, Masih ngotot maunya pokoknya di Binus atau Trisakti (sambil manyun dikit..)


Akhirnya keputusan final orang tuaku setuju diriku kuliah di Trisakti,, Pada saat itu aku teriak girang dalam hati, akhirnya kampus yg ku puja2 selama SMA bisa ku masuki (meskipun sebenernya Binus lbh keren),, Dan lagi2 aku fikir aku disetujuin di Univ nya,, eh gag taunya malah di sekolah tingginya,, Kata mereka biar nanti aku gag capek, jadi tinggal di rumah om en pulang seminggu sekali,, Yah tak apalah kupikir univ dan sekolah tinggi gag ada beda, sama2 Trisakti,, Tapi lagi2 aku salah,, ternyata beda lhoo,,

Hmmmp @_@.. Kalo univ itu berdiri sendiri dan kalo sekolah tinggi dibawah naungan yayasan,, tapi tak apalah kataku,,


Hmmm tp setelah aku masuk dan mbayar uang muka lalu diwawancarai dan ikut briefing PK2MB >>semacem ospek gtuh lah, gue lupa kepanjangannya,, Huwaaa ^o^ aku sedikit terkejut histeris,, Dlam hati sll berkata “kok begini sih, kok begtu sih” tp yaa aku mah msh huznuzhon aja deh :D

Tapi kalau sekarang aku sudah sedikit lebih fahim kondisi kampusku,, Jadi yaa woles aja deh,, hoho ^^,,


Hmmm sempet juga ba’da ospek (meskipun gue gag ikut ospek, tp denger2 cerita dr temen ospeknya ‘ngeri bgt’, disamping itu tmn ku yg ikhwan akhirnya dia memutuskan utk pindah dikarenakan ia tdk mau memakai pakaian wanita saat ospek, subhanallah yaa, dan si ikhwan itu duluny jg pernah terjerat narkoba, makanya dia memutuskan utk keluar dr sana) aku ingin pindah ke UNJ ambil IT (krn aku bru tau ternyata di UNJ ada jg jurusan IT) tapi aku gag tega liat sang bapak yg sudah membayar uang masuk utk ku kuliah meskipun cuma 7 juta,, Akhirnya aku paksakan diriku disana dgn Basmallah,,


Beberapa bulan disana rasanya tdk mbuatku nyaman, yg ada dibenakku hanya aku ingin UNJ jd kampusku aku ingin UNJ jd kampusku,, Tapi aku paksakan diriku disana..

Dan alhamdulillah keberadaanku disana sedikit dpt diterima meskipun dg gaya ku yg rada aneh sendiri (u know lhaa jilbab gue dulu diatas lutut, klo sekarang di atas pinggang, hehe ngga deng, gue sh flexibel aja,,) Aku sangat senang keberadaanku di kampus sangat bermanfaat utk bbrp kegiatan bahkan sering kali mempercayakan diriku sbg ketua atau org kepercayaan pihak2 kampus,, Berjalan waktu aku tetap saja lbh condong ke teman2ku yg di kampus lain,, Mereka sudah byk memegang jabatan strategis dalam organisasi yg membuatku cemburu dan iri,, Aku kadang mengeluh “Aku mau seperti sobatku si A yg aksi bisa ‘seenaknya’ dia, aku mau seperti sobatku yg B yg perjalanan dakwah di kampusnya begitu indah, teman2 yg begitu religius dan pintar serta cerdas dalam beretorika” dll tentunya,,


Tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur, tugasku sekarang adalah menghabiskannya tapi sebelum bubur itu ku habiskan aku ingin menambahkannya dgn ayam, kacang, kupuk, dan sambal, agar terasa lezat,, Aku tak ingin larut dalam penyesalanku,, Yang aku percaya ini adalah takdir hidupku,, Bertemu dgn sobat2 di kampusku juga merupakan pelajaran terindah dari Allah,, Dimana aku disana belajar bagaimana menghargai org lain, bgmna mengahargai agama lain, bgmn menghargai hasil karya org lain,, dan yg paling terpenting adalah bagaimana aku bersikap sebagai mahasiswa dan organisator,,

09 Agustus 2009

Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :
" Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat
dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang
memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian
mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ".

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :
" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?".
Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang terkutuk
- semoga Allah senantiasa melaknatnya" .

Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah , apakah engkau
mengijinkanku untuk membunuhnya? ".

Nabi SAW berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah
engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda
kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang
diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan
dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".

Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis
masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang
sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut
sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda,
kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas,
tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar,
gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya
seperti bibir macan / kerbau [tsur].

Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum
ya jamaa'atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan
muslimin]".

Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya
milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".

Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku
sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah] ."


Nabi SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini,
wahai terlaknat?".


Iblis berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan
Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya
Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW
dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu
kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu
terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu
mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang
ditanyakan kepa-damu' .
Allah SWT bersabda," Demi kemulia-an dan keagungan-Ku,
jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya
Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan
musuhmu karena bencana yang menimpamu". Wahai Muhammad,
sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah.
Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.
Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku,
niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku.
Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku
yang menimpa diriku".

..

Rasulullah kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah
kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".


Iblis menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq
Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti
agamamu".


Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".


Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya
kepada Allah SWT".


Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".


Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat]
yang saya tahu, lagi penyabar".


Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".


Iblis :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan
suci dari kotoran".


Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".


Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan
kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".


Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".


Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya
kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan
dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar ".


Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".


Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".


Rasulullah bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".


Iblis :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya
pada tempat yang halal".


Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".


Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar".


Rasulullah :"Kenapa, wahai terlaknat?".


Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah
sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat".


Rassulullah :"Jika mereka shaum ?".


Iblis : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa" .


Rasulullah :" Jika mereka menunaikan haji ?".


Iblis :" Saya menjadi gila".


Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur'an ?'.


Iblis :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".


Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".


Iblis :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil
gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua".


Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".


Iblis :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu.
Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua,
menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya
yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang
antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat,
Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".

..

Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".


Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah,
dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan
mentaatiku pada masa Islam".


Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang Umar ?".


Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya
kecuali aku lari darinya".


Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".


Iblis :" Aku malu dengan orang yang para malaikat
saja malu kepadanya".


Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".


Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah
bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala],
dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya,
tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu".


Rasulullah :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah
membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat".


Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :" Hay-hata hay-hata
[tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara
aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang
dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui
aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan
yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka
dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh
maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir
dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".


Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".


Iblis dengan panjang-lebar menjawab :" Apakah engkau tidak tahu,
wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak
termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka
dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu
ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba
yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu
[syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu.

Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.
Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah]
termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.
Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh
ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan.
Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama,
dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda
orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.

Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka,
sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka
kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk
menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk
kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar
dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu
pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan
satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil
keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa
rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu,
tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama
tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat
da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina,
membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam
Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :"

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan)
syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu",
maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhn ya
aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut
kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).

..

Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu
berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa
berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah,
dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah
kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua".
Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan
kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah
kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa,
meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan
lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka
masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka
semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya
karena satu kata saja.

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang
meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat,
aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:
" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk". Sehingga dia mengakhirkan
shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul
wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang
membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia
sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,'
Lihatlah kiri-kanan', lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya
dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan
kepadanya,' Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya'.
Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh
dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.

Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian,
aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia 'mencucuk' shalat
seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang
atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan 'lijam'
[cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya.
Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa
yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti
kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.

Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan
jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat.
Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia
tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya
dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia.
Dia menjadi pendengar kami yang setia.

Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin
untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak wajib
atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan
ni'mat dari Allah'. Aku katakan kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah
shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang
sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta,
tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, .........

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu,
agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa
bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus
shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir.
Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu
Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku
bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku
jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat
umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.


Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".


Iblis :" Pemakan riba".


Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".


Iblis :" Pe-zina".


Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".


Iblis :" Orang yang mabuk".


Nabi :" Siapa tamumu ?".


Iblis :" Pencuri".


Nabi :" Siapa utusanmu ?".


Iblis :"Tukang Sihir" .


Nabi :" Apa kesukaanmu ?".


Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".


Nabi :"Siapa kekasihmu ?".


Iblis :"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at".


Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".


Iblis :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".


Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".


Iblis :"Tobatnya orang yang bertaubat".


Nabi :"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?".


Iblis :" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.


Nabi :" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".


Iblis :" Zakat secara sembunyi-sembunyi" .


Nabi :" Apa yang membutakan matamu ?".


Iblis :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]" .


Nabi :" Apa yang memukul kepalamu ?".


Iblis :" Memperbanyak shalat berjamaah".


Nabi :" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".


Iblis :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat" .


Nabi :" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".


Iblis :"Orang kikir / pelit" .


Nabi :" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".


Iblis :" Majlis-majlis ulama".


Nabi :" Bagaimana kamu makan ?".


Iblis :"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku" .


Nabi :"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?".


Iblis :" Dibalik kuku-kuku manusia".

..

Nabi :" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?".


Iblis :" Sepuluh perkara".


Nabi :" Apa itu wahai terlaknat ?".


Iblis :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat
dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka.
Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka.
Itulah maksud firman Allah :
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka
dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan
berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah
dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah
mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada
mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka
saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan
yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak
dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah
dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan
akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar
dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan
maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya
adalah temannya.

Itulah maksud firman Allah :" ....... , dan kerahkanlah terhadap
mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan
kaki ...... (QS. 17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya punya
rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar
saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon
agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon
agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya
memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk
adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman
yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi
teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki
teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta
kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian
membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Rabbnya. (QS. 17:27)


Rasulullah berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan
didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan
membenarkanmu" .


Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon
kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara
mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat
mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun
sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau,
dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :
" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya
saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat . Sesungguhnya
orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu.
Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.

Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing
di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya.
Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu
sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya
beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan
ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka
anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan
ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya
Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya
sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang
dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak
lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua
orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang
memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur,
tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.
Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun
untuk selamanya.

Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk
di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi
kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang
yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,
' keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,
kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.

Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan
sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi.
Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan,
tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka
bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi
orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad,
tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan
tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan.
Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah,
tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka
bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap
makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya
orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka.
Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia
oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah
orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.


Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud :
Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia
umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118)
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah
Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan
jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan
dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang
telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)
sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah
ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".


Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis :
" Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat
dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga".


Ia iblis menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan
dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga
hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu
sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah
memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan
saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk
neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari
apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya".

Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir,
dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan
kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya
serta para Utusan dan Para Nabi.


Hikmah dari Kisah tersebut di atas
Sebagai upaya mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman ini
barangkali berguna untuk direnungkan :
· Kita perlu semakin menancapkan keyakinan, bahwa syaithan tidak
punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.

· Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah Ta'Ala agar Dia ridho
dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk
mendapatkan ampunan-Nya.

· Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan Iblis adalah
tidak ada keinginannya untuk bertaubat, walau Rasulullah SAW
telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk
mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman :
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang
bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan
yang benar. (QS. 20:82).

· Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang akan dilakukan
oleh Iblis dari kisah tersebut membuat kesadaran bahwa upaya
untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.

· Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-Nya
sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini
hingga akan selamat dari jebakan-jebakan syaithan.

Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan
kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya. Source -I :
Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999.
Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi /
Darul 'Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
Translated by : Nur Mufid, Nur Fu'ad.. Source-II : Dari Judul Asli :
Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-'Arabi
[Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941 ]
Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001

Semoga bermanfaat, amin ya Robbal 'Alamin

Kumpulan SMS Ramadhan ^^,,

Walaupun Hati gak sebening XL dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang buat
FREN kecewa, kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa dan kita
semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya yang selalu membuat kita HOKI
dalam mencari kartu AS selama kita hidup karena kita harus FLEXIbel untuk
menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini…dan semoga
amal kita tidak ESIA-ESIA.. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

=========================================

Esok adalah harapan sekarang adalah pengalaman kemarin adalah kenangan…yang tak luput dari ke khilafan mohon maaf lahir dan Batin..Semoga RAMADHAN kali ini lebih baik dari RAMADHAN tahun lalu..amin….

=======================================

anak melayu mengail ikan,perahu berlabuh ditengah lautan,sambil menunggu dtgnya ramdhan jari ku susun mohon ampunan,selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi semua umat muslim..

==================================

sobAT2 que se tanah air, marilah sama2 kita persiapkan diri menuju Bulan Penuh Rahmat Berkah AmPuNaN,,, Mari Saling Memaafkan Segala KesalaHaN dan KeKhiLaFan AgaR PenUh MaKnA dlm Menyemai Keiklasan, MeMuPuK KeSaBaRaN, MeNuMbUhKaN SeMaNgaT IbAdAH GuNa MeMeTiK “KEMENANGAN BESAR”…. Insy4JJ1.
MaRhAbAN ……………Ya…………..RaMaDhaN………..
(salam Persaudaraan Dari Aceh)

==================================

Mungkin hari-hari yang lewat telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa…..,ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari – hari itu.
agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan ….
mari kita sama-sama sucikan hati,diri,dan jiwa kita.
Marhaban Yaa Ramadhan………………

==========================

tak terasa satu tahun telah terlewat kan kini ia mengunjungi kita lagi Ramadhan Yamarhaban Bulan Penuh Berkah, Bulan Penuh Rahmad, Bulan Penuh Ampunan ……. Sungguh mualia Bulan Suci Rahmadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa …
===============================

Jika hati ini seringkali jengkel,
Jadikan ia jernih sejernih XL,
Jika hati ini seringkali iri,
Jadikan ia cerah secerah MENTARI,
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,
Raihlah HOKI
Raihlah JEMPOL dari Ilahy
..
..Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa beningkan hati seperti XL,
Dapat berpikir luas seperti SIMPATI,
memberi maaf secara cuma2 seperti AS,
memberi banyak kesempatan seperti IM3,
murah senyum seperti JEMPOL,
& yang palingg penting kita dpt berpikir cerah seeprti MENTARI.
Sebelum cahaya Illahi dipadamkan,
sebelum langit runtuh,
sebelum pintu taubat ditutup,
sebelum malaikat menjemput,
sebelum ramadhan tiba,
maaf kalau ada perkataan yg menyinggung sampai telinga panas seperti ESIA..

( http://bhell.multiply.com/ )

======================================

Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang e-mail ini.

Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
saya mohon maaf lahir dan bathin….

========================================

Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya,
Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA&TOBAT lah obatnya,
Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN lah pemutihnya,MOHON MAAF LAHIR&BATHIN,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.

=====================================

Bila hati saling terpaut rasa cinta terjalin indah
Bila salah & Khilaf telah terjadi maka Mohon Maaf
Lahir & Batin atas kesalahan,
“Marhaban Ya Ramadhan”
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga kita selalu diberkahi dibulan yang penuh mahrifah

=================================

jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung,jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman……..
marhaban ya ramadhan…………….
selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin

===================================

gersang bumi tanpa hujan..gersang akal tanpa ilmu,,gersang hati tanpa iman..gersang jiwa tanpa amal..
marhaban ya ramadhan…………….
selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin
=======================================

Ya Allah……
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindalah fisiknya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan,,,,,,,,
Mohon maaf lahir dan bathin…..

( http://temanpagi.wordpress.com/ )

====================================

SEIRING TERBENAM MENTARI DI AKHIR SYA’BAN,
TIBALAH KINI BULAN RAMADHAN,
PESAN INI SEBAGAI GANTI JABAT TANGAN UNTUK
MOHONKAN MAAF DAN KEKHILAFAN.
MARHABAN YA RAMADHAN.

===============================

Gelap malamMU ku terjaga, karnaMU ku bergerak melangkah menuju mentariMU, kusambut pemberianMU , dengan harapan kudapat keridoanMU……..
Slama menunaikan Ibadah Puasa……

================================

Manusia tak pernah Luput dari salah dan hilap
karena manusai bukan mahkluk yang sempurna
di bulan yang suci ini mari kita bermaafan
agar tak ada dendam dan rasa dengki
marhaban ya ramadhan
mohon maaf lahir batin

===============================

Matahari berdzikir,
angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.
Semua menyambut datangnya malam Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

=====================================

Hidup ini hanya sebentarlagi
bentar marah,bentar ketawa
betar berduit,bentar boke
bentar senang,bentar susah
ooo ye…bentar lagi bulan puasa
met ramadhan…mohon maaf lahir bathin

===============================

Tiada kemenangan tanpa zikrullah
tiada amal tanpa keikhlasan
tiada ampunan tanpa maaf dari sesama
marhaban ya ramadhan..

============================

fajar ramadhan segera menghampiri dunia, se lembar sutra menghapus noda, sebening embun penyejuk kalbu, sucikan hati bersihkan jiwa di bulan yang suci. selamat menunaikan ibadah puasa 1429 H semoga amal kita diterima disisi Alllah SWT..Amiiin…

=============================

Marhaban ya Ramadhan,
semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

================================

tiada kata yang dapat terucap
hati merasa malu
dalam kalbu q bisa menjerit tuhan,
batin menangis,
betapun dosa itu
q yakin KAU maha pengampun
saat aku sedih
hanya padamulah aku cerita
saat aku marasa sendiri
aku yakin kaupun bersamaku
tuhan
aku rela saat ini jika harus menghadapmu
jika ITU LEBIH BAIK
ridhoMUlah yang senantiasa q harap
maafq tuhan
maafq wahai smua hamba allah yang ada dialam fana ini

=================================

marhaban ya ramadhan….
termenung ku sejenak
mengingat akan keselahanku yang lampau
andai kalian smua ada disini sobat
maafku trucap dari hati yang paling dalam..

maafin ya… smua kesalahanku

=============================

he poro menungso.
jaman wis ra toto
ati wis angel ditoto
maksiat nang kene kono
wis podho kakehan duso
alhamdulillah wulan poso wis teko
ayo podho elingo marang gusti kang kuoso
marhaban ya syahru romadhon

=============================

jadiKaN raMaDhan iNi sEbagai aWaL peRubaHan dAlam diRi ini,,,suCikaN jiWa yang TlaH beRlumuRan Dosa n KhiLaf,,,maRhaBan ya RamadHan,,,,,
==========================

anak kodok makan ketupat,,makan ketupat sambil melompat,,kita ketemu tak sempat lewat lewat sms pun no what what..

==========================

MarHaban ya Ramdhan…Telah terbuka gerbang Rajab,Terbentang jalan Sya’ban mari kita bersiap menanti hampran taman “Ram4Dhan” selamat melangkah memasukinya.. bulan yang penuh ujian semoga kita berhasil memenangkannya .. MOHON MAAF LAHIR & BATHIN,

=============================

CINTA datang tanpa di duga,
KASIH SAYANG datangnya tanpa terasa,
HATI berkata tanpa dusta,
“datangnya bulan RAMADHAN adalah RAHMAT, marilah kita menyambut BULAN ini dengan CINTA dan KASIH SAYANG….”

===============================

Puasa mengambil jarak dengan dunia
agar manusia tidak jadi budaknya
karena dunia adalah permainan
bermegah-megah dengan bangunan
berbangga-bangga dengan kekayaan
semua itu dapat melalaikan.
Padahal manusia hanyalah pengembara
saat mati hartanya tak akan dibawa
hanya amal-saleh yang ikut serta
Yang ada disisi manusia akan sirna
Yang ada di sisi Allah abadi selamanya.

================================

Puasa menahan hasrat atas harta
agar tidak senantiasa memikirkannya
merasa cukup atas pemberian-Nya
mensyukuri semua nikmatnya

Merasa cukup bukan berarti manusia tak berharta
Bisa saja dia memiliki pulau harta
namun pikirannya tak disibukkan harta benda
karena harta hanya bersemayam di tangannya
dan tak pernah sanggup menaklukkan hatinya.
Puasa melatih diri bebas dari ikatan harta
agar jiwa manusia bebas dari penjajahan dunia.

Barangsiapa mempertuhan harta
dia akan menjadi budak dunia
Barangsiapa mengabdi pada Allah
dunia akan merangkak jadi budaknya

Sebentar lagi taman puasa akan datang
dihiasi bunga-bunga kebajikan
dilindungi hamparan rumput sedekah
disejukkan kolam ringan tangan pada sesama
Siangnya dihangatkan indahnya matahari menahan nafsu
Malam harinya diterangi rembulan sholat malam
Bukankah hidup terasa begitu indah di raja segala bulan?”

(zahra)
======================================

dgn iklas aku mohon ma’af untuk kata2 yg tak terjaga
,,janji yg tarabaikan n’ perbuatan yg pernah menyakitkan
hati yg berprasangka &sgla khilaf aku,,
mohon iklas mu memaa’kan aku,,
agar jiwa raga ini siap dlm menyambut
datangnya ramadhan…****marhaban ya ramadhan…***

==================================

Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu.
Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.
eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK
sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA
gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa
MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN
jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI
bAgIaN dArI dIrI gUe
MeT pUaSa Ya!

================================

KeMbAn9 meLaTi sun9guhLah iNdAh,, DiTeN9aH haLaMaN jadi hiaSan,,haRum RamadHan TerCium Sudah,, SaLaH dAn KhiLaf moHon DimaaFkan,,..,,

==============================

SnYuman ManiS TeRLihat bAh9ia,, uTk mNyAmBuT bLan RaMaDhAn,, Q mNuSiA y9 Tak LuPuT dR DoSa,, MhOn mAaF yAa… dR s9aLa KhiLaF n sLaH y9 Q PnYa,, ” MiNaL aiDiN waL fA idZin ” MhOn MaAf LaHiR n BaThiN…,,…

============================

JALAN2 DI KOTA SEMARANG, BELI JAJAN RASA UDANG
JAGA HATI JGN SAMPAI GARANG, APA LAGI PACARAN DI JALAN

=============================

Mata kadang salah melihat……..
Mulut kadang salah berucap……
Hati kadang salah menduga…….
Kaki kadang salah melangkah…..
Tangan kadang salah berbuat…..
Telinga kadang salah mendengar…..
Nah lho…!!! banyak bener yee salah ane???
Ma2pin yee……….
Marhaban Yaa Ramadhan,,,,,,,

===========================

seti2k tinta jadi noda,
seti2k salah jadi dosa
bulan penuh berkah segera tiba
mari tekun ibadah di bulan puasa
marhaban ya ramadan,sambutlah dengan senyuman

==========================

Mpok rOGAYE Tibe2 kye
TeMen2 smUe Met puAse Yeee…….

Soto TumpAh Hrus dIelaPin
Klo aDa Slan Moon DimAAfin

ZiDan SukA DanDan
MarHaban Ya rAmaDhan,

=========================

Saudaraku…. ketahuilah, Hidup hanya sekali, Islam-pun cuma satu-satunya Agama yang diridhai disisi Allah. maka, matilah hanya untuk Islam, smoga kita mendapat Rahmat dan Rahim-Nya.

===================================

Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau tidak ada sumur, mandi aja di kamar mandi. Kalau ada khilaf/dosa yang ku perbuat, baik di sengaja maupun tidak, mohon dimaapin yaa.. pliiizzzz…!!!!!! (-:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

================================

Apabila ada langkah yang membekas lara,…..
Apabila ada kata yang merangkai dusta,
dan ada tingkah yang pernah menoreh luka ……
dibulan ampunan ini mahon dibukakan pintu maaaf Sedalam2nya

Selamat Idul Fitri

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
==================================

Masih ada salah yang tersirat,terucap dan terlakukan
Dibulan Penuh ampunan ini.
Mohon Dimaafkan,……
Karna Sesungguhnya “Tiada Manusia Yang tak Luput dari Salah,Tiada manusia yang sempurna,Dan ………….
Sesungguhnya Kesempurnaan itu Hanyalah milik Allah SWT.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H
Raih Kemenangan dan Kembali Kefitrah.
Minal Aidhin Walfaidzin,Mohon Maaf Lahir dan Bathin

====================================

buah durian dikerat-kerat,keratnya pakai tali

kawan makan ketupat,ketupat yang wangi

ayo kawan berjabat erat,eratkan tali silahturahmi.

opor ayam tape ragi

kue nastar kue betawi

mpo aye org awam,aye mohon dimengerti

klo aye sempat kasar atawe berani,,,,,,,,,mohon diampuni

===========================================

kagem sedoyo kemawon………kulo namung sakdermo lare awon bade mungel… menawi lampah ingkang awon lan sifat mboten pitados wonten ing manah…soho tumindak glenyengan….dipun angapuro..ingkang ageng sanget……
mbok bilih Gusti Pangeran …sampun mitrahaken manungso..kedah mengaten…mugi wonten ing dinten riyoyo meniko sageto sami ngadahi sipat welas asih lan jembar manah…kangge sangu wonten ing akherat mbenjang…nuwun……”SUGENG RIYADI 1SYAWAL 1428″ pareng……

====================================

sunset ramadhan beranjak pergi……………
berganti fajar syawal di pagi hari.
membawa cahaya kedamaian di penghujung ramadhan….
menebar berkah di hari kemenangan.
Met Idul Fitri 1428 H
Mohon maaf lahir & bathin buat semua sdra ‘q di Indonesia………………

======================================

Harta paling berharga adalah sabar. Teman paling setia adalah amal. Ibadah paling indah adalah ikhlas. Identitas paling tinggi adalah adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Mohon maaf atas segala khilaf
http://purwantoro.wordpress.com/

==================================

terkadang cinta, membuat orang berubah total. terkadang cinta juga
membuat orang jadi sakit hati. mungkin terucap kata2 maniz. terkadang berujung pedih.maaf hatiku bila hatimu tersinggung dari kata2 ku.
met lebaran ya.

=======================================

Orang ganteng orang jelek.
gue ganteng elo jelek.
lebaran dah dateng
so maafin gw jek

=========================

ti@da kaTa seindah ziQir,,
tiAda h@ri seindah h@ri yG fitri ni,,
izinkan k2 tangan bersimpuh maAf,,
4tas lisan yG tak terjaga,,
janji yG terabaikan,,
hati yG berprasangka,, &
sik@p yG pernah mnYakitkan.

Minal ‘Aidin Walfaizin,,moHon maAf lahir & b@Thin

==============================

haRi dMi hari tLah d rasakn,,
mingGu dMi mingGu tLah terlewati,,
buLan dMi buLan tLah d lalui,,
taHun dMi taHun tLah berGanti.

seiring berjalan nY waKtu,,
sGala nY bSa tRjadi.
mungkin d jLn iTu pernah tRjadi ke khilafan / kSalahan.

naMun tak ada sLh nY qT saLing mMaafkan d hari yG fitri ni,,
miNal aidin walfaizin,,moHon maAf lahir bathin.
mEt hari raya iDul fitri 1428 H.

=====================================

teruntuk semua nya

diri ini hanyalah manusia biasa
yang tak luput dari segala khilaf dan dosa
serta prasangka

di penghujung bulan yang penuh berkah ini
saya selaku pembuat onar serta kesalahan
memohon maaf atas segala perilaku, ucapan, tingkah laku serta prasangka baiik yang disengaja maupun ngga
semoga amal ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh Nya dan semoga kita kembali di pertemukan dengan bulan yang penuh berkah ini.

===================================

11 bln banyak kata sudah di ucapkan
dan dilontarkan tak semua menyejukan
11 bln banyak prilaku yang sudah dibuat
dan diciptakan tak semua menyenangkan
11 bln banyak keluhan, kebencian, kebohongan
menjadi bagian dari diri
Mari kita memaafkan, mohon maaf lahir dan batin

http://profiles.friendster.com/pheemboiz
========================================

jika jemari tak mampu berjabat,,
saat batin kotor ini rindu, akan k’ikhlasan maaf..
hanya lewat pesan ini,
jemariku b’silaturahmi,,

Minalaidzinwalfaidzin
Mohon maaf lahir batin..

==========================

K4sih, jG4nL4h KaMu B3rJalAn di DeP4nKu, K4rNa aKu T4K KuaSa iKuTi L4nGkaHmU..

J4nGan PuL4 KaMu BeRJaL4n di BeL4KanGkU, ‘kU TaK PaNtaS MeNjadI PaNuTan-Mu,

TaPi…. MaRiLaH KiTa BeRJaLaN BeRiRiNgaN, BerGandEnGan TanGaN-MenYoNgSonG HarI EsUk PeNuH KaSih dAn RidHo ILLaHi….

Perbedaan Antara Memberi Nasehat Dengan Menjelekkan Orang Lain

Oleh : Ustadz Fariq bin Gasim Anuz

Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna, selalu ada kelemahan dan kekurangannya. Setiap manusia mesti mempunyai kesalahan dan sebaik-baik mereka adalah yang bertaubat kepada Allah, menyadari akan kesalahannya, lalu menyesal dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Oleh karena itu nasehat menasehati menuju kebenaran harus digalakkan, bagi yang dinasehati seharusnya ia berterima kasih kepada orang yang telah menunjukkan kekurangan dan kesalahannya, hanya saja hal ini jarang terjadi, pada umumnya manusia tidak suka disalahkan apalagi kalau teguran itu disampaikan kepadanya dengan cara yang tidak baik.

Maka seorang pemberi nasehat haruslah mengetahui metode yang baik agar nasehatnya dapat diterima oleh orang lain. Diantara metode nasehat yang baik adalah memberi nasehat kepada orang lain secara rahasia tanpa diketahui oleh orang lain. Dalam kesempatan ini akan kami nukilkan penjelasan para ulama tentang adab yang satu ini.

Nasehat para ulama tentang menasehati secara rahasia

Imam Ibnu Hibban (wafat tahun 534 H) berkata yang artinya, “Nasehat itu merupakan kewajiban manusia semuanya, sebagaimana telah kami sebutkan sebelum ini, tetapi dalam teknik penyampaiannya haruslah dengan cara rahasia, tidak boleh tidak, karena barangsiapa yang menasehati saudaranya dihadapan orang lain maka berarti dia telah mencelanya, dan barangsiapa yang menasehatinya secara rahasia maka dia telah memperbaikinya. Sesungguhnya menyampaikan dengan penuh perhatian kepada saudaranya sesama muslim adalah kritik yang membangun, lebih besar kemungkinannya untuk diterima dibandingkan menyampaikan dengan maksud mencelanya.”

Kemudian Imam Ibnu Hibban menyebutkan dengan sanadnya sampai kepada Sufyan, ia berkata yang artinya, “Saya berkata kepada Mis’ar, ‘Apakah engkau suka apabila ada orang lain memberitahumu tentang kekurangan-kekuranganmu?’ Maka ia berkata, ‘Apabila yang datang adalah orang yang memberitahukan kekurangan-kekuranganku dengan cara menjelek-jelekkanku maka saya tidak senang, tapi apabila yang datang kepadaku adalah seorang pemberi nasehat maka saya senang’.”

Kemudian Imam Ibnu Hibban berkata bahwa Muhammad bin Said al Qazzaz telah memberitahukan kepada kami, Muhammad bin Mansur telah menceritakan kepada kami, Ali ibnul Madini telah menceritakan kepadaku, dari Sufyan ia berkata yang artinya, “Talhah datang menemui Abdul Jabbar bin Wail, dan di situ banyak terdapat orang, maka ia berbicara dengan Abdul Jabbar menyampaikan sesuatu dengan rahasia, kemudian setelah itu beliau pergi. Maka Abdul Jabbar bin Wail berkata, ‘Apakah kalian tahu apa yang ia katakan tadi kepadaku?’ Ia berkata, ‘Saya melihatmu ketika engkau sendang shalat kemarin sempat melirik ke arah lain’.”

Imam Ibnu Hibban berkata yang artinya, “Nasehat apabila dilaksanakan seperti apa yang telah kami sebutkan akan melanggengkan kasih sayang, dan menyebabkan terealisasinya ukhuwah.”

Imam Ibnu Hazm (wafat tahun 456H) berkata yang artinya, “Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasehat, baik yang diberi nasehat itu suka ataupun benci, tersinggung atau tidak tersinggung. Apabila engkau memberi nasehat maka nasehatilah secara rahasia, jangan dihadapan orang lain, dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara langsung, kecuali apabila orang yang dinasehati tidak memahami isyaratmu maka harus secara terus terang. Janganlah engkau menasehati orang lain dengan syarat nasehatmu harus diterima. Apabila engkau melampaui adab-adab tadi maka engkau yang dzalim bukan pemberi nasehat, dan gila ketaatan serta gila kekuasaan bukan pemberi amanat dan pelaksana hak ukuwah. Ini (-yakni memberi nasehat dengan syarat harus diterima-) bukanlah termasuk hukum akal dan hukum persahabatan melainkan hukum rimba, bagaikan seorang penguasa dengan rakyatnya dan tuan dengan hamba sahayanya.”

Imam Ibnu Rajab (wafat tahun 795H) berkata yang artinya, “Al Fudhail (wafat tahun 187H) berkata, ‘Seorang mukmin menutup (aib saudaranya) dan menasehatinya sedangkan seorang fajir (pelaku maksiat) membocorkan (aib saudaranya) dan memburuk-burukkannya’.”

Apa yang disebutkan oleh al Fudhail ini merupakan ciri antara nasehat dan memburuk-burukkan, yaitu bahwa nasehat itu dengan cara rahasia sedangkan menjelek-jelekkan itu ditandai dengan penyiaran. Sebagaimana dikatakan, ‘Barangsiapa mengingatkan saudaranya ditengah-tengah orang banyak maka ia telah menjelek-jelekkannya.

Dan orang-orang salaf membenci amar ma’ruf nahi mungkar secara terang-terangan, mereka suka kalau dilakukan secara rahasia antara yang menasehati dengan yang dinasehati, ini merupakan ciri nasehat yang murni dan ikhlash, karena si penasehat tidak mempunyai tujuan untuk menyebarkan aib-aib orang yang dinasehatinya, ia hanya mempunyai tujuan menghilangkan kesalahan yang dilakukannya.

Sedangkan menyebarluaskan dan menampakkan aib-aib orang lain maka hal tersebut yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Alleh mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui” (An Nur : 19).

Dan hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan menutup aib seorang muslim tidak terhitung banyaknya.

Imam Syafi’i (wafat tahun 204H) berkata dalam syairnya yang artinya:

Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian
Hindarilah memberi nasehat kepadaku ditengah khalayak ramai
Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya

Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku maka janganlah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati.

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata yang artinya, “Perlu diketahui bahwa nasehat itu adalah pembicaraan yang dilakukan secara rahasia antaramu dengannya, karena apabila engkau menasehatinya secara rahasia dengan empat mata maka sangat membekas pada dirinya, dan dia tahu bahwa engkau pemberi nasehat, tetapi apabila engkau bicarakan dia dihadapan orang banyak maka besar kemungkinan bangkit kesombongannya yang menyebabkan ia berbuat dosa dengan tidak menerima nasehat, dan mungkin pula ia menyangka bahwa engkau hanya ingin balas dendam dan mendeskreditkannya serta untuk menjatuhkan kedudukannya di mata manusia, sehingga ia tidak menerima isi nasehat tersebut, tetapi apabila dilakukan secara rahasia antara kamu dan dia berdua maka nasehatmu itu amat berarti bagi dia, dan dia akan menerimanya darimu.”

Kapan dibolehkan memberi nasehat dihadapan orang lain?

Walaupun demikian ada beberapa perkecualian yang membolehkan atau mengharuskan seseorang untuk menasehati orang lain di depan banyak orang.

Salah seorang Imam Masjid di kota Khobar Saudi Arabia dalam salah satu khutbah Jum’ahnya mengatakan, “Umat Islam, mereka itu memiliki kehormatan dan harga diri, oleh karena itu haruslah kita menjaga hak-hak dan kehormatan mereka, haruslah kita memelihara perasaan mereka, tetapi kadang-kadang sesuatu nasehat yang akan engkau sampaikan kepada orang lain apabila engkau tunda, maka akan terlambat, maka harus sekarang juga engkau menasehatinya sebelum terlambat. Contohnya sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim. Dari Jabir bahwasanya ia berkata, ‘Sulaik al Ghathafani datang (ke masjid) hari Jum’ah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk di atas mimbar, maka Sulaik langsung duduk tanpa shalat terlebih dahulu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, ‘Apakah engaku telah melaksanakan sholat dua rakaat?’ Ia berkata, ‘Belum’ Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepadanya,
‘Bangunlah dan shalatlah dua rakaat’.’”

Ini bukannya sedang memburuk-burukkan atau menyiarkan kesalahan orang tersebut, karena saat itu adalah waktu yang tepat untuk menasehatinya, apabila dibiarkan maka akan terlewatkan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan setiap muslim yang masuk ke dalam masjid agar shalat dua rakaat terlebih dahulu sebelum ia duduk, perintah tersebut mengharuskan untuk dilaksanakan padaa saat itu juga tidak bisa ditunda sampai selesai shalat Jum’ah.

Akan tetapi apabila memungkinkan bagimu untuk menunda nasehat sampai selesainya majelis lalu engkau menasiehati sesreorang dihadapan orang lain di majelis tersebut maka hal ini tidak benar.

Penutup

Sebagai penutup marilah kita simak ucapan Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam salah satu ceramahnya yang artinya, “Sangat disayangkan sekali ketika saya mendengar tentang orang-orang yang termasuk memiliki kesungguhan dalam mencari dan menerima kebenaran, akan tetapi mereka berpecah belah, masing-masing di antara mereka memiliki nama dan sifat tertentu. Fenomena seperti ini sesungguhnya tidak benar, dan sesungguhnya dien Allah itu satu dan ummat Islam adalah ummat yang satu, Allah berfirman yang artinya:
Sesunggunya (agama tauhid) ini adalah agama kalian semua, agama yang satu dan Aku adalah Rab kalian maka bertakwalah kepada-Ku (Al Mu-minun: 52)

Dan Allah Ta’ala berfirman kepada nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (Al An’am : 159)

Dan Allah Ta’ala berfirman yang artinya,
“Dia telah mensyaratkan bagi kalian tentang dien yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah dien dan janganlah kalian berpecah belah tentangnya” (Asy Syra: 13).

Apabila hal ini merupakan bimbingan Allah kepada kita maka seharusnya kita praktekkan bimbingan ini, kita berkumpul untuk mengadakan suatu pembahasan, saling berdiskusi dalam rangka ishlah (perbaikan) bukan untuk mendeskreditkan atau membalas dendam, karena sesungguhnya siapa saja yang membantah orang lain atau adu argumentasi dengan maksud mempertahankan pendapatnya atau untuk menghinakan pendapat orang lain dan bermaksud untuk mencela bukan untuk ishlah maka hasilnya tidak di ridhai oleh Allah dan rasul-Nya, pada umumnya demikian.

Kewajiban kita adalah untuk menjadi umat yang satu, saya tidak mengatakan bahwa setiap manusia tidak memiliki kesalahan, bahkan manusia itu memiliki kesalahan disamping memiliki kebenaran. Hanya saja pembicaraan kita sekarang ini mengenai cara memperbaiki kesalahan, maka bukan cara yang benar untuk memperbaiki kesalahan apabila saya menyebutkannya dibelakang orang tersebut sambil menjelek-jelekkannya, akan tetapi cara yang benar untuk memperbaikinya adalah berkumpul dengannya dan mendiskusikannnya, apabila terbukti setelah itu bahwa orang tersebut tetap mempertahankan kebatilannya maka saat itu saya memiliki alasan bahkan wajib atas saya untuk menjelaskan kesalahannya, dan memperingatkan manusia dari kesalahan orang tersebut, dengan demikian urusan-urusan menjadi baik.

Sedangkan perpecahan dan bergolong-golongan maka sesungguhnya yang demikian tidak disukai oleh siapapun, kecuali oleh musuh-musuh Islam dan musuh kaum muslimin.”

Dinukil dari Tulisan Ustadz Fariq bin Gasim Anuz pada Majalah As Sunnah Edisi 07/Th.IV/1421-2000