Abu Bakar r.a. berkata:
Tiga hal tidak dapat tercipta dengan tiada upaya
Kaya, dengan cita-cita
Muda, dengan rambut disepuh warna
Dan sehat, dengan bergantung pada farma
Umar r.a. berkata:
Saling mencinta sesama manusia Adalah wujud akal mulia
Bertanya dengan benar pada ulama Adalah perwujudan ilmu utama
Dan berpikir masa depan dengan terencana Adalah wujud sebagian kerja nyata
Utsman r.a. berkata:
Orang yang tak suka bergelimang harta la dicinta oleh Tuhannya
Orang yang menjauhi dosa-dosa la dicinta malaikat semesta
Dan orang yang menjaga diri dari meminta-minta Ia dicinta oleh manusia
Ali r.a. berkata:
Cukup bagimu satu kenikmatan Kenikmatan Islam di dunia
Cukup bagimu satu kesibukan Kesibukan taat beragama
Dan cukup bagimu satu peringatan Peringatan ajal yang kan tiba
Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
Banyak sudah kerugian Akibat nikmat dan foya foya
Banyak sudah penyesalan Akibat terlalu dipuja-puja
Dan banyak sudah ketentraman Akibat aib yang terjaga
Nabi Dawud a.s. bersabda:
Dalam kitab Zabur diwahyukan Kewajiban insan berakal Hanyalah bersibuk dengan tiga hal
Mencari bekal menuju hari kekal
Mengais rezeki demi kehidupan di bumi
Dan memperoleh nikmat dengan rezeki yang halal
Dalam munajatnya, Abu Sulaiman ad-Darani berkata:
Tuhanku,
Jika Engkau cari dosa-dosaku niscaya kuharapkan maaf-Mu
Jika Engkau teliti kebakhilanku niscaya kudambakan kemurahan-Mu
Dan jika Engkau lemparkan diriku dalam siksa api neraka-Mu akan kukabarkan pada seluruh penghuninya bahwa aku mencintai-Mu
Ibrahim an-Nakha’i berkata kebinasaan ummat dahulu diakibatkan tiga perilaku:
Banyak bicara,
banyak makannya
Serta banyak tidurnya
Yahya bin Mu’adz berkata:
Betapa bahagia orang yang telah meninggal dunia sebelum dunia meninggalkannya
Alangkah bersyukur orang yang siap menuju alam kubur sedang jasadnya belum dikubur
Dan betapa beruntung orang yang rela kepada Yang Mahaagung sebelum la bertemu langsung
Allah berfirman kepada Nabi Uzair a.s.:
Uzair, apabila engkau lakukan dosa kecil, janganlah engkau lihat seberapa kecilnya, tapi pandanglah pada siapa engkau berbuat dosa..
apabila engkau raih sedikit kebaikan, janganlah engkau lihat betapa sedikitnya, namun pandanglah Siapa Dzat Yang memberinya..
dan apabila engkau dapatkan cobaan, janganlah engkau adukan Aku pada makhluk-Ku sebagaimana tidak Kuadukan pada malaikat-Ku ketika Kudapati dosa-dosamu..
Tampilkan postingan dengan label Cerita Islami yang Membawa Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Islami yang Membawa Hikmah. Tampilkan semua postingan
08 November 2010
26 Januari 2010
PESAN RASUL KEPADA ORANG YANG HAMPIR DICABUT NYAWANYA
Suatu ketika datang kepada Rasulullah malaikat pencabut nyawa (izrail) dalam rupa seorang laki-laki. Malaikat itu duduk bersama Rasul dan menyampaikan sesuatu. Kemudian datanglah seorang sahabat kepada Rasulullah, lantas malaikat itu izin pamit dan meninggalkannya. Bertanya sahabat, Ya Rasul siapakah gerangan orang itu?. Rasul menjawab, orang itu ialah malaikat pencabut nyawa (izrail), dia datang kepadaku memberitahukan bahwa engkau sebentar lagi akan mati dan aku akan mensholatkanmu. Lalu sahabat itu bertanya, “Berikanlah kepadaku pesan terakhir yang akan menyempurnakan kehidupanku”. Rasul pun menjawab, “Kalau ada majlis ilmu, maka dengarkanlah”.
Penggalan kisah di atas menggambarkan pentingnya kedudukan mencari ilmu dalam pandangan islam. Pesan terakhir nabi bagi orang yang akan dicabut nyawanya adalah mencari ilmu. Bukan mengerjakan shalat zakat atau amalan ibadah lainnya.
Mencari ilmu wajib hukumnya bagi setiap orang, sama halnya dengan kewajiban menjalankan ibadah sholat, puasa, dan zakat. Nabi dalam hadits lain bersabda, “Tuntutlah ilmu dari semenjak dilahirkan sampai masuk liang lahat”. Dalam al-Quran, Allah SWT mengajarkan sebuah do’a, “Robbi Jidnii ilmaa”, Ya Robb tambahlah ilmu. Kita jangan pernah merasa sudah banyak ilmu, namun sebaliknya carilah terus ilmu sampai akhir hayat menjemput kita.
Lebih lanjut nabi mengatakan bahwa keutamaan orang yang mencari ilmu, akan dinaungi oleh sayap-sayap malaikat, artinya ia dilindungi dan dirahmati Allah SWT.
Dalam kenyataaannya, banyak sekali kendala saat kita mencari ilmu. Kendala utama biasanya rasa malas. Kita tidak sabar untuk memperoleh hasil yang instant dari ilmu yang dipelajari. Padahal perlu kita sadari, adakalanya ilmu itu baru memberi manfaat di kemudian hari, mungkin 1 tahun, 2 tahun atau lebih dari itu.Seperti halnya penemuan-penemuan listrik, telepon dan lain-lain bisa dinikmati dari dulu sampai sekarang.
Jika kita menelaah lebih lanjut QS Al-Baqarah 31:
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
Kita ini memiliki ilmu karena Allah SWT yang pertama kali mengajarkan kepada adam tentang nama-nama benda. Karena itu kedudukan manusia lebih sempurna dibandingkan malaikat dan makhluk lainnya.
Dalam ayat lain Allah menyatakan, bahwa Allah-lah yang mengeluarkan manusia dari perut ibunya, dan manusia tidak mengetahui apa-apa saat dilahirkan. Lalu Allah SWT memberikan pendengaran dan penglihatan agar manusia berpikir & bersyukur.
Semakin banyak kita mendengar, melihat, dan berfikir dengan menggunakan panca indera, maka semakin banyak ilmu yang akan kita peroleh. Untuk itu, mari kita mencintai ilmu, karena pesan Rasul kepada yang mau meninggal saja, mencari ilmu.
Orang yang memiliki ilmu dan diamalkan, selain akan manfaat bagi sendiri juga bagi orang disekitar. Dalam hadist lain nabi bersabda, tiga amalan yang tidak putus walau seorang anak adam meninggal dunia yaitu, Shodaqoh zariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.
sumber: Drs. Aseph Aonuddin MSc, dan Syeikh Sulaiman.
Penggalan kisah di atas menggambarkan pentingnya kedudukan mencari ilmu dalam pandangan islam. Pesan terakhir nabi bagi orang yang akan dicabut nyawanya adalah mencari ilmu. Bukan mengerjakan shalat zakat atau amalan ibadah lainnya.
Mencari ilmu wajib hukumnya bagi setiap orang, sama halnya dengan kewajiban menjalankan ibadah sholat, puasa, dan zakat. Nabi dalam hadits lain bersabda, “Tuntutlah ilmu dari semenjak dilahirkan sampai masuk liang lahat”. Dalam al-Quran, Allah SWT mengajarkan sebuah do’a, “Robbi Jidnii ilmaa”, Ya Robb tambahlah ilmu. Kita jangan pernah merasa sudah banyak ilmu, namun sebaliknya carilah terus ilmu sampai akhir hayat menjemput kita.
Lebih lanjut nabi mengatakan bahwa keutamaan orang yang mencari ilmu, akan dinaungi oleh sayap-sayap malaikat, artinya ia dilindungi dan dirahmati Allah SWT.
Dalam kenyataaannya, banyak sekali kendala saat kita mencari ilmu. Kendala utama biasanya rasa malas. Kita tidak sabar untuk memperoleh hasil yang instant dari ilmu yang dipelajari. Padahal perlu kita sadari, adakalanya ilmu itu baru memberi manfaat di kemudian hari, mungkin 1 tahun, 2 tahun atau lebih dari itu.Seperti halnya penemuan-penemuan listrik, telepon dan lain-lain bisa dinikmati dari dulu sampai sekarang.
Jika kita menelaah lebih lanjut QS Al-Baqarah 31:
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
Kita ini memiliki ilmu karena Allah SWT yang pertama kali mengajarkan kepada adam tentang nama-nama benda. Karena itu kedudukan manusia lebih sempurna dibandingkan malaikat dan makhluk lainnya.
Dalam ayat lain Allah menyatakan, bahwa Allah-lah yang mengeluarkan manusia dari perut ibunya, dan manusia tidak mengetahui apa-apa saat dilahirkan. Lalu Allah SWT memberikan pendengaran dan penglihatan agar manusia berpikir & bersyukur.
Semakin banyak kita mendengar, melihat, dan berfikir dengan menggunakan panca indera, maka semakin banyak ilmu yang akan kita peroleh. Untuk itu, mari kita mencintai ilmu, karena pesan Rasul kepada yang mau meninggal saja, mencari ilmu.
Orang yang memiliki ilmu dan diamalkan, selain akan manfaat bagi sendiri juga bagi orang disekitar. Dalam hadist lain nabi bersabda, tiga amalan yang tidak putus walau seorang anak adam meninggal dunia yaitu, Shodaqoh zariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.
sumber: Drs. Aseph Aonuddin MSc, dan Syeikh Sulaiman.
24 Januari 2010
Kisah Seorang Wanita Miskin di Yaman, Sapi tua dan Jalur Gaza .. Subhanalloh!
Kisah tentang penderitaan dan rasa sakit yang diderita oleh orang-orang Gaza menyebar ke seluruh dunia. Semua orang di dunia larut dalam kemarahan, kebencian, dan permusuhan. Bahkan lebih banyak orang merasa sedih dan sangat tersentuh ketika anak-anak kecil yang manis menjadi korban dari peluru dan bom gila Israel, dan darah yang membasahi tanah merah Palestina.
Tragedi mengharukan ini juga menimpa seorang wanita tua yang hidup menderita di salah satu desa di Yaman. Sama seperti orang lain, ia juga merasa sedih dan sedih, dan dia mau tak mau meneteskan air matanya.
Suatu hari ia bertekad untuk membantu terbaik yang ia bisa. Kebetulan, satu-satunya 'aset' yang ia miliki adalah seekor sapi tua, sudah sakit-sakitan, kurus dan lemah.
Dibarengi dengan semangat yang tinggi dan rasa simpati yang meluap, ia berniat untuk memberikan sapinya kepada rakyat Gaza. Jadi, dia meninggalkan rumahnya dengan berjalan kaki menuju salah satu masjid di Yaman sambil memegang satu-satunya sapi tercinta.
Kebetulan, hari itu hari Jumat dan orang-orang telah menyerbu masjid untuk melakukan salat Jumat. Si ibu tua dengan sapinya mau tak mau menjadi pusat perhatian jamaah, karena ia berdiri di tepat luar masjid dengan sapinya. Beberapa dari jamaah mengangguk, sebagian menggelengkan kepala, dan tidak sedikit dari mereka yang tersenyum sinis atau malah sebaliknya, terkejut melihat wanita miskin yang berdiri di samping sapinya dengan setia.
Waktu berlalu dan meskipun jama'ah dari masjid itu khusyu mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Imam, semakin lama, jamaah shalat Jumat semakin penasaran pada dua makhluk Allah itu. Wanita tua itu dan sapi itu masih di situ, bahkan si wanita tua tanpa sedikit pun menunjukkan tanda malu atau keengganan di wajahnya.
Setelah Imam turun dari mimbar, shalat Jumat kemudian dilakukan. Biar matahari membakar sangat terik dan keringat menetes dari wajahnya, wanita tua dan sapi itu masih saja di situ. Segera setelah semua jama'ah menyelesaikan solat dan do'a, wanita tua itu tiba-tiba bergegas dan menyeret sapinya menuju pintu depan masjid dan menunggu dengan sabar, tidak terpengaruh oleh jama'ah yang berjalan keluar dari masjid. Banyak dari mereka tetap tinggal dan ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan oleh wanita tua itu selanjutnya.
Ketika Imam masjid keluar, wanita tua itu melompat berdiri dan berkata: "Wahai Imam, saya pernah mendengar tentang kisah sedih rakyat Gaza. Saya orang miskin tapi saya bersimpati dan ingin membantu mereka. Mohon terimalah satu-satunya sapi ini untuk dibawa ke Gaza, berikanlah kepada orang-orang di sana. "
Terkejut, sang Imam tertegun sejenak oleh permintaan wanita tua. Dan bisa ditebak, ia enggan untuk menerimanya. Yeah, bagaimana untuk membawa sapi tua ke Gaza, Imam bertanya? Di sekeliling, para jama'ah mulai bergumam. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa itu adalah mustahil untuk dilakukan terutama karena sapi sudah tua, pasti tidak memiliki nilai.
"Tolong ... bawalah sapi ini ke Gaza. Ini yang hanya saya miliki. Saya benar-benar ingin membantu mereka," ulang wanita yang tidak diketahui namanya itu. Imam itu masih enggan. Setiap jama'ah berbicara dan berbisik satu sama lain. Semua mata tertuju pada wanita tua dan sapi tuanya.
Mata wanita tua mulai sayu dan penuh dengan air mata tapi ia masih pantang menyerah dan terus menatap Imam. Suasana itu penuh dengan diam untuk sementara waktu. Tiba-tiba, seseorang dari jama'ah bersuara: "Sudahlah, saya akan membeli sapi ini dengan harga sebesar 10.000 riyals dan kemudian uang itu akan disumbangkan kepada orang-orang Gaza."
Imam tampaknya setuju. Wanita tua yang sedih itu menyeka air matanya yang telah mengalir ke bawah. Ia tetap berkata-kata tapi sepertinya setuju dengan saran dari jama'ah. Tiba-tiba, seorang pemuda berdiri dan menawarkan saran yang lain: "Bagaimana jika kita semua memberikan tawaran tertinggi dengan kontribusi uang itu untuk membeli sapi dan uang terkumpul akan dikirim ke Gaza?"
Wanita itu terkejut, dan juga Imam. Ternyata gagasan pemuda itu diterima oleh orang banyak. Kemudian dalam beberapa menit, tawaran mulai bergulir dan banyak dari jama'ah bergegas untuk menyumbangkan uang yang akan dikumpulkan.
Orang-orang mulai menawar, mulai dari 10.000 hingga 30.000 riyals dan terus naik. Suasana di kompleks masjid menjadi bising ketika tawaran jama'ah terus berlangsung tanpa henti sementara para jamaah secara bersamaan terus menyumbangkan uang mereka.
Akhirnya, sapi kurus, dan lemah milik oleh wanita tua dan miskin itu dibeli dengan harga sebesar 500.000 riyals (sekitar 148.000 USD atau sekitar Rp 1 milyar 600 juta)! Si perempuan tua itu jelas sangat gembira dan terharu. Sapinya akhirnya berguna juga.
Ketika uang sudah terkumpul, tanpa disangka-sangka, seorang jamaah mendekati wanita tua itu. “Imam telah memerintahkan kami untuk mengembalikan sapi ini kepada Anda, Ibu.” Ujar sang jamaah itu sambil menangis, karena merasa kagum kepada si ibu tua.
Tanpa diduga, ditakdirkan oleh Allah segalanya, niat wanita miskin yang tua itu untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina dibuat mudah oleh Allah sampai-sampai uang dalam jumlah besar itu bisa dikumpulkan, sementara pada saat yang sama dia masih memiliki satu-satunya “aset” yang ia miliki. Subhanallah! (sa/qimmah)
sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/kisah-seorang-wanita-miskin-di-yaman-sapi-tua-dan-jalur-gaza.htm
Tragedi mengharukan ini juga menimpa seorang wanita tua yang hidup menderita di salah satu desa di Yaman. Sama seperti orang lain, ia juga merasa sedih dan sedih, dan dia mau tak mau meneteskan air matanya.
Suatu hari ia bertekad untuk membantu terbaik yang ia bisa. Kebetulan, satu-satunya 'aset' yang ia miliki adalah seekor sapi tua, sudah sakit-sakitan, kurus dan lemah.
Dibarengi dengan semangat yang tinggi dan rasa simpati yang meluap, ia berniat untuk memberikan sapinya kepada rakyat Gaza. Jadi, dia meninggalkan rumahnya dengan berjalan kaki menuju salah satu masjid di Yaman sambil memegang satu-satunya sapi tercinta.
Kebetulan, hari itu hari Jumat dan orang-orang telah menyerbu masjid untuk melakukan salat Jumat. Si ibu tua dengan sapinya mau tak mau menjadi pusat perhatian jamaah, karena ia berdiri di tepat luar masjid dengan sapinya. Beberapa dari jamaah mengangguk, sebagian menggelengkan kepala, dan tidak sedikit dari mereka yang tersenyum sinis atau malah sebaliknya, terkejut melihat wanita miskin yang berdiri di samping sapinya dengan setia.
Waktu berlalu dan meskipun jama'ah dari masjid itu khusyu mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Imam, semakin lama, jamaah shalat Jumat semakin penasaran pada dua makhluk Allah itu. Wanita tua itu dan sapi itu masih di situ, bahkan si wanita tua tanpa sedikit pun menunjukkan tanda malu atau keengganan di wajahnya.
Setelah Imam turun dari mimbar, shalat Jumat kemudian dilakukan. Biar matahari membakar sangat terik dan keringat menetes dari wajahnya, wanita tua dan sapi itu masih saja di situ. Segera setelah semua jama'ah menyelesaikan solat dan do'a, wanita tua itu tiba-tiba bergegas dan menyeret sapinya menuju pintu depan masjid dan menunggu dengan sabar, tidak terpengaruh oleh jama'ah yang berjalan keluar dari masjid. Banyak dari mereka tetap tinggal dan ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan oleh wanita tua itu selanjutnya.
Ketika Imam masjid keluar, wanita tua itu melompat berdiri dan berkata: "Wahai Imam, saya pernah mendengar tentang kisah sedih rakyat Gaza. Saya orang miskin tapi saya bersimpati dan ingin membantu mereka. Mohon terimalah satu-satunya sapi ini untuk dibawa ke Gaza, berikanlah kepada orang-orang di sana. "
Terkejut, sang Imam tertegun sejenak oleh permintaan wanita tua. Dan bisa ditebak, ia enggan untuk menerimanya. Yeah, bagaimana untuk membawa sapi tua ke Gaza, Imam bertanya? Di sekeliling, para jama'ah mulai bergumam. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa itu adalah mustahil untuk dilakukan terutama karena sapi sudah tua, pasti tidak memiliki nilai.
"Tolong ... bawalah sapi ini ke Gaza. Ini yang hanya saya miliki. Saya benar-benar ingin membantu mereka," ulang wanita yang tidak diketahui namanya itu. Imam itu masih enggan. Setiap jama'ah berbicara dan berbisik satu sama lain. Semua mata tertuju pada wanita tua dan sapi tuanya.
Mata wanita tua mulai sayu dan penuh dengan air mata tapi ia masih pantang menyerah dan terus menatap Imam. Suasana itu penuh dengan diam untuk sementara waktu. Tiba-tiba, seseorang dari jama'ah bersuara: "Sudahlah, saya akan membeli sapi ini dengan harga sebesar 10.000 riyals dan kemudian uang itu akan disumbangkan kepada orang-orang Gaza."
Imam tampaknya setuju. Wanita tua yang sedih itu menyeka air matanya yang telah mengalir ke bawah. Ia tetap berkata-kata tapi sepertinya setuju dengan saran dari jama'ah. Tiba-tiba, seorang pemuda berdiri dan menawarkan saran yang lain: "Bagaimana jika kita semua memberikan tawaran tertinggi dengan kontribusi uang itu untuk membeli sapi dan uang terkumpul akan dikirim ke Gaza?"
Wanita itu terkejut, dan juga Imam. Ternyata gagasan pemuda itu diterima oleh orang banyak. Kemudian dalam beberapa menit, tawaran mulai bergulir dan banyak dari jama'ah bergegas untuk menyumbangkan uang yang akan dikumpulkan.
Orang-orang mulai menawar, mulai dari 10.000 hingga 30.000 riyals dan terus naik. Suasana di kompleks masjid menjadi bising ketika tawaran jama'ah terus berlangsung tanpa henti sementara para jamaah secara bersamaan terus menyumbangkan uang mereka.
Akhirnya, sapi kurus, dan lemah milik oleh wanita tua dan miskin itu dibeli dengan harga sebesar 500.000 riyals (sekitar 148.000 USD atau sekitar Rp 1 milyar 600 juta)! Si perempuan tua itu jelas sangat gembira dan terharu. Sapinya akhirnya berguna juga.
Ketika uang sudah terkumpul, tanpa disangka-sangka, seorang jamaah mendekati wanita tua itu. “Imam telah memerintahkan kami untuk mengembalikan sapi ini kepada Anda, Ibu.” Ujar sang jamaah itu sambil menangis, karena merasa kagum kepada si ibu tua.
Tanpa diduga, ditakdirkan oleh Allah segalanya, niat wanita miskin yang tua itu untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina dibuat mudah oleh Allah sampai-sampai uang dalam jumlah besar itu bisa dikumpulkan, sementara pada saat yang sama dia masih memiliki satu-satunya “aset” yang ia miliki. Subhanallah! (sa/qimmah)
sumber : http://eramuslim.com/berit
Janganlah Hatimu Menciptakan Jarak!
Ustadz itu tersenyum " Adakah yang bisa menjawab pertanyaan teman kalian ini " Sang Guru menguji kebijakan murid-muridnya.
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;"Karena ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia berteriak."
" Hmm, Padahal lawan bicaranya justru berada dekat disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?" Pancing Sang Ustadz
Semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.
Sang Ustadz lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.
Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas."
"Mengapa demikian?" Sang Ustadz bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka terdiam, tak satupun berani memberikan jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang Ustadz menutup dengan sebuah nasehat :
"Ketika kalian sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Apalagi mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.
Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Kalian."
***
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]
Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” ( HR Buhkori )
Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)
Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu balas mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui tentang dirinya.Karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)
02 Desember 2009
GEMPA DI MATA ROSULULLOH DAN GENERASI TERBAIK
Sebelumnya pada bulan Ramadhan gempa 7,3 skala richter mengguncang Pulau Jawa. Pusatnya ada di Jawa Barat, tepatnya di Tasikmalaya. Kembali guncangan gempa itu datang ba'da Ramadhan di Padang Pariaman gempa dengan kekuatan 7,6 skala richter,.. Guncangan yang kembali menambah daftar kesedihan, korban harta bahkan korban jiwa.
Ba'da Ramadhan 1430 H ini sedang mengajak kita untuk merenung lebih dalam. Ada yang harus ditadabburi. Langkah ini harus dihentikan sejenak untuk mentadaburi ada apa dengan perjalanan kita dan bangsa ini.
Jika Badan Metereologi dan Geofisika telah membahas gempa dari sudut ilmiah. Pusat gempa, kekuatannya, penyebabnya, radius kerusakannya dan sebagainya.
Kini, mari kita belajar tentang gempa dari manusia terbaik sepanjang sejarah bumi yang mendapat bimbingan langit, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Juga dari generasi terbaik yang pernah Allah munculkan demi memakmurkan bumi ini, para shahabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.
GEMPA DIMATA ROSULULLOH
Setidaknya dua kali gempa tercatat dalam riwayat hadits Nabi. Yang pertama di Mekah. Dan kedua di Madinah.
Pertama, Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya dari Utsman bin Affan bahwa dia berkata,
“Apakah kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Mekah. Bersama beliau; Abu Bakar, Umar dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan. Maka Rasulullah menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Tsabir! Yang ada di atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid.”
Kedua, hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata:
“Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Uhud! Yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.”
Di antara pelajaran besar dalam dua riwayat di atas bahwa ternyata gunung tidak layak berguncang saat ada 4 manusia terbaik ada di atasnya. Nabi harus menghentakkan kaki dan mengeluarkan perintah kepada gunung untuk menghentikan guncangan tersebut.
Di sinilah pelajaran besarnya bagi kita sebagai analisa pertama tentang gempa. Bahwa keberadaan orang-orang shaleh di sebuah masyarakat membuat bumi tidak layak berguncang. Kriteria keshalehan sangat spesifik disebutkan dalam riwayat tersebut. Untuk kita, hanya tinggal dua pilihan mengingat sudah tidak ada lagi nabi. Yaitu: Shiddiq. Kriteria utama Abu Bakar adalah beriman tanpa ada rasa keraguan sedikit pun. Dan Syahid. Mereka yang meninggal fi sabilillah.
Jika manusia dengan dua kriteria itu masih banyak yang hidup di atas bumi, maka bumi tidak layak gempa. Sebaliknya, gempa terjadi manakala bumi telah sepi dari keberadaan orang-orang dengan keimanan tanpa ada kabut keraguan dan orang-orang yang meninggal fi sabilillah.
Dalam riwayat mursal yang disebutkan oleh Ibnu Abid Dun-ya, setelah Rasulullah menenangkan guncangan beliau berkata kepada para shahabat,
“Sesungguhnya Tuhan kalian sedang menegur kalian, maka ambillah pelajaran!”
GEMPA DI MATA UMAR BIN KHATAB radhiallahu anhu
Gempa juga tercatat pernah terjadi di Masa kekhilafahan Umar, sebagaimana yang disampaikan dalam riwayat Ibnu Abid Dun-ya dalam Manaqib Umar. Madinah sebagai pusat pemerintahan kembali berguncang. Umar menempelkan tangannya ke tanah dan berkata kepada bumi, “Ada apa denganmu?” Dan inilah pernyataan sang pemimpin tertinggi negeri muslim itu kepada masyarakat pasca gempa,
“Wahai masyarakat, tidaklah gempa ini terjadi kecuali karena ada sesuatu yang kalian lakukan. Alangkah cepatnya kalian melakukan dosa. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika terjadi gempa susulan, aku tidak akan mau tinggal bersama kalian selamanya!”
Kembali, generasi terbaik itu mengajarkan ilmu mulia bahwa gempa terjadi karena dosa yang dilakukan oleh masyarakat. Umar dengan tegas menyatakan itu. Lebih tegas lagi saat dia bersumpah bahwa jika terjadi gempa susulan, Umar akan meninggalkan Madinah. Karena itu artinya dosa kembali dikerjakan dan tidak kunjung ditaubati.
GEMPA DI MATA KA'AB BIN MALIK radhiallahu anhu
Shahabat Ka’ab bin Malik mempunyai pendapat yang mirip dengan Umar bin Khattabh. Inilah pernyataan lengkapnya tentang gempa,
“Tidaklah bumi berguncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di atasnya. Bumi gemetar karena takut Rab nya azza wajalla melihatnya.”
Ka’ab menyebut bahwa guncangan bumi adalah bentuk gemetarannya bumi karena takut kepada Allah yang Maha Melihat kemaksiatan dilakukan di atas bumi-Nya.
GEMPA DI MATA UMMUL MUKMININ 'AISYAH radhiallahu anha
Inilah pelajaran yang diberikan oleh guru besar para shahabat dan tabi’in sepeninggal Nabi selama 47 tahun; Aisyah istri Nabi, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya al-Jawabul Kafi.
Suatu saat Anas bin Malik bersama seseorang lainnya mendatangi Aisyah. Orang yang bersama Anas itu bertanya kepada Aisyah: Wahai Ummul Mukminin jelaskan kepadaku tentang gempa.
Aisyah menjelaskan,
“Jika mereka telah menghalalkan zina, meminum khamar dan memainkan musik. Allah azza wajalla murka di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: guncanglah mereka. Jika mereka taubat dan meninggalkan (dosa), atau jika tidak, Dia akan menghancurkan mereka.
Orang itu bertanya kembali: Wahai Ummul Mukminin, apakah itu adzab bagi mereka?
Aisyah menjawab, “Nasehat dan rahmat bagi mukminin. Adzab dan kemurkaan bagi kafirin.”
Anas berkata: Tidak ada perkataan setelah perkataan Rasul yang paling mendatangkan kegembiraan bagiku melainkan perkataan ini.
Sangat gamblang dan jelas penjelasan Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab spiritual gempa. Tiga dosa yang semuanya marak di zaman kita ini. Khusus untuk dosa yang pertama, Aisyah menggunakan kata istabahu yang artinya masyarakat telah menganggap zina itu mubah. Zina tidak hanya dilakukan, tetapi telah dianggap mubah. Dari ucapan, tindakan, kebijakan sebuah masyarakat bisa dibaca bahwa mereka yang telah meremehkan dosa zina, memang layak dihukum dengan gempa.
Inilah Kesimpulannya...
Dari semua pernyataan hamba-hamba terbaik Allah di muka bumi ini tentang gempa, ternyata penyebab spiritual gempa adalah sebagai berikut:
1. Sedikitnya orang-orang shiddiq dan syahid yang tinggal di atas muka bumi
2. Masyarakat telah melegalkan zina
3. Masyarakat telah mengkonsumsi khamar (narkoba)
4. Masyarakat telah memainkan musik
Dan Inilah 4 Solusi dari Khalifah Adil...
Umar bin Abdul Aziz yang memerintah tahun 99 H – 101 H dengan prestasi fantastik dalam memakmurkan masyarakatnya hanya dalam 29 itu memberikan solusi terhadap gempa. Hal ini berawal dari gempa yang terjadi di zaman pemerintahannya. Selepas gempa mengguncang, Umar bin Abdul Aziz segera menulis surat instruksi kepada semua jajaran pejabatnya di seluruh negeri kekuasaannya. Dan inilah instruksinya,
“Gempa ini adalah sesuatu yang Allah azza wajalla gunakan untuk menegur hamba-hamba-Nya. Saya telah menulis perintah ke seluruh wilayah agar mereka keluar pada hari yang telah ditentukan pada bulan yang telah ditentukan, siapa yang mempunyai sesuatu maka bershadaqahlah karena Allah berfirman,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15)
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), 15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. (Qs. Al-A’la: 14-15)
Dan katakanlah sebagaimana Adam berkata,
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raf: 23)
Dan katakanlah sebagaimana Nuh berkata,
وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (Qs. Hud: 47)
Dan katakanlah sebagaimana Yunus berkata,
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Anbiya’: 87)
Semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dan semuanya kembali kepada sikap tingkah laku perbuatan amalan yg kita lakukan, semoga Alloh mengampuni kekhilafan kita selama ini, dan semoga kita selalu introspeksi diri, saling mentausyiahi dalam kebenaran dan kesabaran.
Wallahu a’lam
Ba'da Ramadhan 1430 H ini sedang mengajak kita untuk merenung lebih dalam. Ada yang harus ditadabburi. Langkah ini harus dihentikan sejenak untuk mentadaburi ada apa dengan perjalanan kita dan bangsa ini.
Jika Badan Metereologi dan Geofisika telah membahas gempa dari sudut ilmiah. Pusat gempa, kekuatannya, penyebabnya, radius kerusakannya dan sebagainya.
Kini, mari kita belajar tentang gempa dari manusia terbaik sepanjang sejarah bumi yang mendapat bimbingan langit, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Juga dari generasi terbaik yang pernah Allah munculkan demi memakmurkan bumi ini, para shahabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.
GEMPA DIMATA ROSULULLOH
Setidaknya dua kali gempa tercatat dalam riwayat hadits Nabi. Yang pertama di Mekah. Dan kedua di Madinah.
Pertama, Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya dari Utsman bin Affan bahwa dia berkata,
“Apakah kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Mekah. Bersama beliau; Abu Bakar, Umar dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan. Maka Rasulullah menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Tsabir! Yang ada di atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid.”
Kedua, hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata:
“Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Uhud! Yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.”
Di antara pelajaran besar dalam dua riwayat di atas bahwa ternyata gunung tidak layak berguncang saat ada 4 manusia terbaik ada di atasnya. Nabi harus menghentakkan kaki dan mengeluarkan perintah kepada gunung untuk menghentikan guncangan tersebut.
Di sinilah pelajaran besarnya bagi kita sebagai analisa pertama tentang gempa. Bahwa keberadaan orang-orang shaleh di sebuah masyarakat membuat bumi tidak layak berguncang. Kriteria keshalehan sangat spesifik disebutkan dalam riwayat tersebut. Untuk kita, hanya tinggal dua pilihan mengingat sudah tidak ada lagi nabi. Yaitu: Shiddiq. Kriteria utama Abu Bakar adalah beriman tanpa ada rasa keraguan sedikit pun. Dan Syahid. Mereka yang meninggal fi sabilillah.
Jika manusia dengan dua kriteria itu masih banyak yang hidup di atas bumi, maka bumi tidak layak gempa. Sebaliknya, gempa terjadi manakala bumi telah sepi dari keberadaan orang-orang dengan keimanan tanpa ada kabut keraguan dan orang-orang yang meninggal fi sabilillah.
Dalam riwayat mursal yang disebutkan oleh Ibnu Abid Dun-ya, setelah Rasulullah menenangkan guncangan beliau berkata kepada para shahabat,
“Sesungguhnya Tuhan kalian sedang menegur kalian, maka ambillah pelajaran!”
GEMPA DI MATA UMAR BIN KHATAB radhiallahu anhu
Gempa juga tercatat pernah terjadi di Masa kekhilafahan Umar, sebagaimana yang disampaikan dalam riwayat Ibnu Abid Dun-ya dalam Manaqib Umar. Madinah sebagai pusat pemerintahan kembali berguncang. Umar menempelkan tangannya ke tanah dan berkata kepada bumi, “Ada apa denganmu?” Dan inilah pernyataan sang pemimpin tertinggi negeri muslim itu kepada masyarakat pasca gempa,
“Wahai masyarakat, tidaklah gempa ini terjadi kecuali karena ada sesuatu yang kalian lakukan. Alangkah cepatnya kalian melakukan dosa. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika terjadi gempa susulan, aku tidak akan mau tinggal bersama kalian selamanya!”
Kembali, generasi terbaik itu mengajarkan ilmu mulia bahwa gempa terjadi karena dosa yang dilakukan oleh masyarakat. Umar dengan tegas menyatakan itu. Lebih tegas lagi saat dia bersumpah bahwa jika terjadi gempa susulan, Umar akan meninggalkan Madinah. Karena itu artinya dosa kembali dikerjakan dan tidak kunjung ditaubati.
GEMPA DI MATA KA'AB BIN MALIK radhiallahu anhu
Shahabat Ka’ab bin Malik mempunyai pendapat yang mirip dengan Umar bin Khattabh. Inilah pernyataan lengkapnya tentang gempa,
“Tidaklah bumi berguncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di atasnya. Bumi gemetar karena takut Rab nya azza wajalla melihatnya.”
Ka’ab menyebut bahwa guncangan bumi adalah bentuk gemetarannya bumi karena takut kepada Allah yang Maha Melihat kemaksiatan dilakukan di atas bumi-Nya.
GEMPA DI MATA UMMUL MUKMININ 'AISYAH radhiallahu anha
Inilah pelajaran yang diberikan oleh guru besar para shahabat dan tabi’in sepeninggal Nabi selama 47 tahun; Aisyah istri Nabi, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya al-Jawabul Kafi.
Suatu saat Anas bin Malik bersama seseorang lainnya mendatangi Aisyah. Orang yang bersama Anas itu bertanya kepada Aisyah: Wahai Ummul Mukminin jelaskan kepadaku tentang gempa.
Aisyah menjelaskan,
“Jika mereka telah menghalalkan zina, meminum khamar dan memainkan musik. Allah azza wajalla murka di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: guncanglah mereka. Jika mereka taubat dan meninggalkan (dosa), atau jika tidak, Dia akan menghancurkan mereka.
Orang itu bertanya kembali: Wahai Ummul Mukminin, apakah itu adzab bagi mereka?
Aisyah menjawab, “Nasehat dan rahmat bagi mukminin. Adzab dan kemurkaan bagi kafirin.”
Anas berkata: Tidak ada perkataan setelah perkataan Rasul yang paling mendatangkan kegembiraan bagiku melainkan perkataan ini.
Sangat gamblang dan jelas penjelasan Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab spiritual gempa. Tiga dosa yang semuanya marak di zaman kita ini. Khusus untuk dosa yang pertama, Aisyah menggunakan kata istabahu yang artinya masyarakat telah menganggap zina itu mubah. Zina tidak hanya dilakukan, tetapi telah dianggap mubah. Dari ucapan, tindakan, kebijakan sebuah masyarakat bisa dibaca bahwa mereka yang telah meremehkan dosa zina, memang layak dihukum dengan gempa.
Inilah Kesimpulannya...
Dari semua pernyataan hamba-hamba terbaik Allah di muka bumi ini tentang gempa, ternyata penyebab spiritual gempa adalah sebagai berikut:
1. Sedikitnya orang-orang shiddiq dan syahid yang tinggal di atas muka bumi
2. Masyarakat telah melegalkan zina
3. Masyarakat telah mengkonsumsi khamar (narkoba)
4. Masyarakat telah memainkan musik
Dan Inilah 4 Solusi dari Khalifah Adil...
Umar bin Abdul Aziz yang memerintah tahun 99 H – 101 H dengan prestasi fantastik dalam memakmurkan masyarakatnya hanya dalam 29 itu memberikan solusi terhadap gempa. Hal ini berawal dari gempa yang terjadi di zaman pemerintahannya. Selepas gempa mengguncang, Umar bin Abdul Aziz segera menulis surat instruksi kepada semua jajaran pejabatnya di seluruh negeri kekuasaannya. Dan inilah instruksinya,
“Gempa ini adalah sesuatu yang Allah azza wajalla gunakan untuk menegur hamba-hamba-Nya. Saya telah menulis perintah ke seluruh wilayah agar mereka keluar pada hari yang telah ditentukan pada bulan yang telah ditentukan, siapa yang mempunyai sesuatu maka bershadaqahlah karena Allah berfirman,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15)
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), 15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. (Qs. Al-A’la: 14-15)
Dan katakanlah sebagaimana Adam berkata,
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raf: 23)
Dan katakanlah sebagaimana Nuh berkata,
وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (Qs. Hud: 47)
Dan katakanlah sebagaimana Yunus berkata,
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Anbiya’: 87)
Semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dan semuanya kembali kepada sikap tingkah laku perbuatan amalan yg kita lakukan, semoga Alloh mengampuni kekhilafan kita selama ini, dan semoga kita selalu introspeksi diri, saling mentausyiahi dalam kebenaran dan kesabaran.
Wallahu a’lam
Siapakah Wanita Yang Pertama Masuk Surga?

Pernahkah terbersit dalam pikiran anda untuk bertanya “Siapa sih wanita yang pertama masuk surga di akhirat kelak?”. Sebuah pertanyaan iseng yang kalo dipikir-pikir sih ternyata membuat kita penasaran juga ya. Jika anda penasaran (seperti juga aku ketika itu), maka anda sama penasarannya dengan Siti Fatimah, putri Rasulullah Saw. Ia berniat menanyakan hal ini kepada ayahandanya.
Lalu, apakah anda menduga bahwa wanita yang pertama masuk surga itu adalah Siti Fatimah? Atau ibunda beliau Siti Khadijah, atau Siti Aisyah ataukah salah satu dari keluarga Rasulullah Saw lainnya? Mmm. Jika iya, jawaban anda ternyata salah. Inilah hebatnya Islam, tidak mengenal istilah ‘nepotisme’ (hehehe). Dalam sebuah ceramah agama, akhirnya aku tahu, ternyata wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Anda kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Mmm, pencarian pun dimulai, sodare-sodare…
Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah tersebut. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.
Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali.
Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.
“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”
“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”
“Masya Allah… Subhanallah… ”
01 Desember 2009
Keajaiban Manusia Akhir Zaman
Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini. Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya:
Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.
Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.
Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.
Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.
Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.
Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.
Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.
Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.
Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.
Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.
Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.
Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.
Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.
Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.
Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.
Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.
Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.
Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.
Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.
Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris.
Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.
Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.
Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.
Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.
Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.
Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.
Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.
Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.
Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.
Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.
Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.
Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.
Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.
Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.
Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.
Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.
Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.
Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.
Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.
Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.
Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.
Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.
Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.
Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris.
Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.
Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.
Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.
Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun. Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an….(fj)
nb: sumber dr http://eramuslim.com/berita/dunia/keajaiban-manusia-akhir-zaman.htm
08 Oktober 2009
Berita Tentang Padang Mahsyar
Setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur oleh Allah SWT, maka manusia akan digiring secara bekelompok-kelompok dengan bertelanjang kaki, tidak berpakaian menuju tempat yang disebut Padang Mahsyar yaitu tanah berpasir putih dan sangat datar dimana tidak terlihat lengkungan maupun tonjolan.Di Padang Mahsyar tersebut berkumpullah semua mahluk Allah SWT yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk malaikat, jin, manusia, qorun, binatang melata, binatang buas dan burung-burung, dimana mereka berkumpul berdesak-desakan.
Matahari dan bulan padam sehingga bumi dalam kegelapan dan tatkala mereka dalam keadaan demikian, langit diatas mereka berputar-putar dan meledak pecah berkeping-keping selama 500 tahun sehingga langit terbelah dengan segala kekuatannya kemudian meleleh dan mengalir bagaikan perak yang dipanaskan hingga berwarna merah dan manusia bercampur baur seperti serangga yang bertebaran dalam keadaan telanjang kaki, tidak berpakaian dan berjalan kaki.
Seperti dalam sabda Rasulullah Saw; Pada hari kebangkitan tsb manusia akan dibangkitkan dalam 3 kelompok: Kelompok yg berkendaraan, kelompok yg berjalan kaki dan kelompok yg berjalan dengan wajahnya. Seorang sahabat bertanya bagaimana mungkin mereka bisa berjalan dengan wajah mereka ya Rosulullah? Beliau menjawab, “Allah SWT yg menjadikan mereka berjalan dengan kaki, pasti mampu membuat mereka berjalan dengan wajah”. Subhanallah!
Kemudian matahari diterbitkan oleh Allah SWT tepat diatas kepala mereka dengan jarak hanya 2 busur sehingga manusia terpanggang oleh teriknya matahari yang intensitas panasnya telah dinaikkan dan keringatpun mengalir deras hingga menggenangi padang kiamat seiring dengan rasa takut yang luar biasa karena mereka akan dihadirkan dihadapan Allah SWT.
Keringat tersebut naik ke badan mereka masing-masing sesuai dengan tingkatan mereka dihadapan Allah SWT. Bagi sebahagian orang keringat akan menggenang mencapai lutut, bagi sebagian lain mencapai pinggang dan bagi sebagian lainnya mencapai lubang hidung bahkan ada sebagian manusia nyaris tenggelam didalamnya.
Kita tidak tahu setinggi apakah keringat kita nanti; karena keringat yang belum kita cucurkan untuk berjuang dijalan Allah SWT -seperti melaksanakan ibadah haji, jihad, puasa, sholat dimalam hari, memenuhi kebutuhan seorang muslim dan menanggung akibat dari menegakkan amar makruf nahi mungkar- akan dialirkan keluar oleh rasa takut dan malu dipadang kiamat nanti.
Oleh karena itu marilah kita renungkan, bahwa pada saat kita dipadang mahsyar nanti, derita yang akan kita rasakan sangat berat padahal semua ini terjadi sebelum kita menjalani pemeriksaan ataupun hukuman yang akan kita terima dari Allah SWT atas dosa kita.
Mudah-mudahan kita digolongkan pada golongan yang sangat sedikit berkeringat dipadang mahsyar nanti dan mudah-mudahan gambaran ini akan menambah rasa taqwa kita kepada Allah SWT.
Amien.
26 Agustus 2009
LOWONGAN DI AKHIRAT
Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka
UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :
Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.
Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia. Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’ Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI
Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.
Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng). Rasulullah saw bersabda, “Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan” (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim). Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda, “Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat” M(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, “Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan” (Abu Daud, Ibn Hanbal).
Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.
Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :
1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan ‘hidup’ dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.
2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.
SYARAT-SYARAT PELAMAR
- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.
- Tidak perlu bawa harta
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau
seksi.
Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.
WAKTU WAWANCARA :
Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.
Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.
LOKASI DAN LAMA WAWANCARA
Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.
Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).
PEWAWANCARA:
Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.
Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian
WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa agamamu ?
3. Siapa nabimu?
4. Apa kitabmu?
5. Dimana kiblatmu ?
6. Siapa saudaramu?
Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.
CARA MELAMAR:
Sekalilagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar lagi).
BENARKAH LOWONGAN INI ?
Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat.
Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)
Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.
MAU MELAMAR KE POSISI B ?
Mudah saja, hiduplah sesuka anda...
sumber: http://my.opera.com/rukawa1/blog/show.dml/3287800
25 Agustus 2009
Perkenalkan! Kami ini Muslim!!!
Islam adalah nama agama kami. Artinya adalah "selamat" atau "tunduk patuh". Kami telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah semata. Anda tidak tahu ilah? Ilah adalah sesuatu yang diharapkan, ditakuti, dicintai, dan dipatuhi oleh manusia. Itulah pernyataan loyalitas yang kami ulang sedikitnya sembilan kali dalam sehari semalam.
Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.
Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.
Kami ini Muslim.
Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir. Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.
Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.
Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur'an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.
Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan. Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.
Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata. Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.
Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.
Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang. Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.
Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur'an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh. Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!
Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka. Kalian bisa membumihanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian. Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.
Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung. Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami. Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan : bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.
Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan. Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.
Kami adalah Muslim. Kami akan menang.
Kami adalah manusia yang merdeka. Merdeka dari desakan hawa nafsu. Tidak mudah, tapi kami selalu berusaha untuk tetap loyal pada satu-satunya ilah kami. Kami bukan termasuk orang-orang yang tunduk pada keinginannya pribadi. Kami juga tidak tunduk pada godaan kesenangan badani belaka. Kami merdeka karena tunduk pada Allah semata.
Bagi kami, tidak ada yang absolut kecuali Allah. Kami tidak mengutak-atik Kitab Suci kami, bahkan tidak berani sekedar untuk menambah satu kata atau huruf baru ke dalamnya. Kami tidak berani untuk berpikir bahwa kami lebih tahu urusan kami sendiri. Ada Yang Maha Tahu yang akan menyelesaikan segala urusan kami. Kami berani di hadapan manusia dan takut di hadapan Allah, lantang di hadapan diktator dan menyerah tanpa syarat di hadapan Allah. Jangan bingung. Ini hanya masalah menempatkan diri pada kedudukannya yang benar.
Kami ini Muslim.
Anda tahu siapa kami? Kami adalah umat yang selalu menimbulkan rasa cemas kepada mereka yang diliputi dengki. Kami menyuruh putri-putri kami berhijab, dan hal itu membuat semua orang khawatir. Padahal mereka tidak ragu melepas putri-putri mereka dengan pakaian minim hingga larut malam. Ah, mereka hanya takut, karena kaum perempuan Muslim hidupnya lebih menyenangkan. Mereka takut semua perempuan akan mengikuti jejak putri-putri kami.
Agama kami memang tidak pernah menyelisihi fitrah. Semuanya sesuai dengan karakter dasar manusia. Mereka menutup aurat bukan karena terpaksa, melainkan karena memang demikianlah yang baik bagi mereka. Tanyakanlah pada putri-putrimu, bukankah hari-hari mereka dilalui dengan penuh kekhawatiran karena mata lelaki yang selalu sigap menangkap apa-apa yang sesuai dengan syahwatnya? Tanyakanlah pada kaum perempuanmu, bukankah hidup mereka penuh dengan penyesalan karena selalu disusahkan oleh para pria hidung belang? Ah, tidak perlu dijawab. Kami sudah tahu jawaban jujurnya.
Jangan heran jika kami enggan menyentuh minuman beralkohol, karena Allah memang tidak menghendaki hamba-hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh seperti lazimnya orang mabuk. Semua hukum yang susah payah dirumuskan oleh negara-negara Barat untuk menghindari ekses negatif dari minuman keras hanya teori usang. Cukup sebuah ayat dalam Al-Qur'an, maka kami pun menjauh darinya. Inilah bukti ketundukan kami.
Mengapa kalian bingung menyaksikan kami shalat lima waktu setiap harinya? Justru kamilah yang bingung melihat kalian begitu jarang meluangkan waktu untuk Tuhan. Anda pikir shalat itu mempersulit hidup kami? Demi Allah, kami tidak membasuh kepala kami dengan wudhu dan tersungkur dalam sujud kecuali untuk mendapatkan manisnya iman. Kami paham jika Anda tidak mengerti. Rasa manis hanya dipahami oleh mereka yang memiliki lidah. Iman hanya dimengerti oleh mereka yang bersedia untuk tunduk.
Kalian yang tidak memahami lezatnya iman tidak akan mengerti tujuan hidup kami. Kami hidup hanya untuk mati. Semua manusia begitu, tapi sedikit yang mau mengakuinya. Kenyataannya semua manusia akan mati. Bedanya, kami memiliki tujuan yang pasti, dan kami yakin pada petunjuk arah yang terpampang di depan mata. Kami tidak takut mati, karena mati itu keniscayaan. Tidak ada bedanya mati sekarang atau tahun depan. Yang menjadikannya beda hanyalah caranya. Kami adalah kaum yang akan maju berdesak-desakan ketika pintu menuju syahid terbuka.
Anda tidak paham? Tentu saja, karena Anda tidak memiliki kerinduan kepada akhirat.
Siapa pun boleh menyangkal, tapi kebenaran adalah kebenaran. Kami hanya menyuarakan kebenaran, dan kebenaran itu lincah seperti air. Jika terhalang batu, ia akan mengambil jalan lain. Jika dibendung, ia akan berkumpul hingga cukup banyak dan akhirnya melimpah dari dinding yang menghadang. Jika Anda berusaha memenjarakan kebenaran yang terus mengalir dalam suatu wadah, maka niscaya kebenaran itu akan menekan ke segala arah, dan semua dinding pun akan runtuh.
Anda bisa menghina Rasul kami dengan berbagai gambar yang tak pantas, tapi semuanya hanya akan berakhir mengenaskan bagi para penghujat. Di negeri penghujat Rasulullah saw. itu, lima ribu eksemplar Al-Qur'an telah terjual dalam lima bulan saja. Anda bisa menyebarkan kabar bohong apa pun tentang kami, namun hal itu hanya akan mendorong semua orang untuk mengenal kami lebih jauh. Ini adalah kabar buruk bagi kalian, karena siapa pun yang mempelajari Islam dengan baik niscaya hatinya akan tersentuh. Teruskanlah makar ini, dan kami akan tetap menjadi pemenangnya!
Anda bisa mengajak semua orang untuk memerangi kami, namun kebenaran akan sampai juga pada telinga-telinga yang tetap terbuka. Kalian bisa membumihanguskan negeri-negeri kami, namun Islam akan sampai juga di negeri kalian. Cepat atau lambat, negeri kalian akan menerima Islam dengan tangan terbuka, karena kebenaran akan selalu menyentuh hati manusia yang cenderung pada kelembutan.
Kami ini Muslim. Kamilah yang akan memenangkan pertarungan, jika memang Anda bersikeras untuk bertarung. Tapi jangan khawatir, karena kami tidak merasa perlu memaksa Anda masuk ke dalam barisan kami. Cukuplah dengan menjadi teman yang baik, dan semuanya akan baik-baik saja. Allah SWT tidak melarang kami berteman dengan siapa pun yang tidak memerangi kami. Kepada semuanya, kami sampaikan salam hangat persahabatan : bukalah pintu hati kalian untuk kebenaran, dan ia akan datang dengan berbagai cara yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya.
Kami adalah tangan-tangan yang saling berpegangan dan saling menjaga satu sama lainnya. Kami adalah dahaga yang saling mendahulukan. Kami adalah tubuh-tubuh yang saling menyelamatkan. Kami adalah lidah-lidah yang saling menghibur dan hati yang saling mencemaskan.
Kami adalah Muslim. Kami akan menang.
23 Agustus 2009
Lebih Baik Keluar Dari Jamaah
Bagikan
Hari ini jam 13:31
Sebuah tulisan yang bagus dan semoga bermanfaat buat antum semuanya
"Akh,
dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan
rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat
ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang
mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya
terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya.
"lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? "
sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja,
keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah
yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana
geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila
begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu.
Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman
di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu
memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum
naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah
sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos
bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan
untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan
bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya
mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. "
Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?".
Sang murobi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat
antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa
kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi
itu hanya sesaat.
Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila
ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam
datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan
dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u menangis
tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian.
Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru
tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang
paling utama menuju ridho Allah? " Bagaimana bila ternyata mobil yang
antum kendarai dalam menempuh
jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil
itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang
murobbi lagi.
Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkattangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sadar..
maafkan Ana.. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk
mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana
diperhatikan. " .
Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana
tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan
membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala
kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u
berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.
Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka
adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik
kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka
adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah
untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia
terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan
mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah
ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah
kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap
dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik
dari mereka."
"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah
jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi
dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan
baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang
hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah
kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita
adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh
Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya
mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.
"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara
yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang
yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah dengan
ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang
kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena
peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip
tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum
terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak
hina menemui kemuliaannya. "
Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar
dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang
mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang
mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu
sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar
bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya.
Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian.
Semoga bermanfaat
sumber: http://haroqi.multiply.com/journal/item/607/Lebih_baik_Keluar_dari_Jamaah?replies_read=2
Hari ini jam 13:31
Sebuah tulisan yang bagus dan semoga bermanfaat buat antum semuanya
"Akh,
dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan
rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat
ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang
mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya
terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya.
"lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? "
sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja,
keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah
yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana
geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila
begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu.
Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman
di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu
memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum
naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah
sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos
bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan
untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan
bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya
mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. "
Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?".
Sang murobi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat
antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa
kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi
itu hanya sesaat.
Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila
ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam
datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan
dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u menangis
tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian.
Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru
tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang
paling utama menuju ridho Allah? " Bagaimana bila ternyata mobil yang
antum kendarai dalam menempuh
jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil
itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang
murobbi lagi.
Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkattangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sadar..
maafkan Ana.. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk
mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana
diperhatikan. " .
Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana
tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan
membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala
kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u
berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.
Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka
adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik
kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka
adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah
untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia
terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan
mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah
ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah
kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap
dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik
dari mereka."
"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah
jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi
dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan
baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang
hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah
kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita
adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh
Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya
mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.
"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara
yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang
yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah dengan
ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang
kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena
peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip
tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum
terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak
hina menemui kemuliaannya. "
Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar
dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang
mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang
mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu
sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar
bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya.
Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian.
Semoga bermanfaat
sumber: http://haroqi.multiply.com/journal/item/607/Lebih_baik_Keluar_dari_Jamaah?replies_read=2
09 Agustus 2009
Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis
Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :
" Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat
dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang
memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian
mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ".
Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :
" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?".
Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang terkutuk
- semoga Allah senantiasa melaknatnya" .
Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah , apakah engkau
mengijinkanku untuk membunuhnya? ".
Nabi SAW berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah
engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda
kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang
diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan
dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".
Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis
masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang
sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut
sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda,
kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas,
tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar,
gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya
seperti bibir macan / kerbau [tsur].
Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum
ya jamaa'atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan
muslimin]".
Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya
milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".
Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku
sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah] ."
Nabi SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini,
wahai terlaknat?".
Iblis berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan
Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya
Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW
dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu
kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu
terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu
mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang
ditanyakan kepa-damu' .
Allah SWT bersabda," Demi kemulia-an dan keagungan-Ku,
jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya
Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan
musuhmu karena bencana yang menimpamu". Wahai Muhammad,
sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah.
Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.
Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku,
niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku.
Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku
yang menimpa diriku".
..
Rasulullah kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah
kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".
Iblis menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq
Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti
agamamu".
Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".
Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya
kepada Allah SWT".
Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".
Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat]
yang saya tahu, lagi penyabar".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan
suci dari kotoran".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan
kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".
Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".
Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya
kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan
dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar ".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".
Rasulullah bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".
Iblis :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya
pada tempat yang halal".
Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".
Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar".
Rasulullah :"Kenapa, wahai terlaknat?".
Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah
sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat".
Rassulullah :"Jika mereka shaum ?".
Iblis : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa" .
Rasulullah :" Jika mereka menunaikan haji ?".
Iblis :" Saya menjadi gila".
Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur'an ?'.
Iblis :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".
Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".
Iblis :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil
gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua".
Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".
Iblis :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu.
Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua,
menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya
yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang
antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat,
Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".
..
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".
Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah,
dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan
mentaatiku pada masa Islam".
Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang Umar ?".
Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya
kecuali aku lari darinya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".
Iblis :" Aku malu dengan orang yang para malaikat
saja malu kepadanya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".
Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah
bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala],
dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya,
tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu".
Rasulullah :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah
membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat".
Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :" Hay-hata hay-hata
[tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara
aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang
dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui
aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan
yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka
dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh
maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir
dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".
Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".
Iblis dengan panjang-lebar menjawab :" Apakah engkau tidak tahu,
wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak
termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka
dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu
ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba
yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu
[syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu.
Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.
Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah]
termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.
Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh
ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan.
Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama,
dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda
orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.
Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka,
sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka
kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk
menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk
kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar
dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu
pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan
satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil
keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa
rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu,
tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama
tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat
da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina,
membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam
Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :"
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan)
syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu",
maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhn ya
aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut
kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).
..
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu
berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa
berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah,
dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah
kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua".
Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan
kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah
kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa,
meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan
lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka
masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka
semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya
karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang
meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat,
aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:
" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk". Sehingga dia mengakhirkan
shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul
wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang
membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia
sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,'
Lihatlah kiri-kanan', lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya
dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan
kepadanya,' Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya'.
Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh
dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian,
aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia 'mencucuk' shalat
seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang
atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan 'lijam'
[cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya.
Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa
yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti
kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.
Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan
jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat.
Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia
tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya
dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia.
Dia menjadi pendengar kami yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin
untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak wajib
atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan
ni'mat dari Allah'. Aku katakan kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah
shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang
sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta,
tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, .........
Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu,
agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa
bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus
shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir.
Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu
Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku
bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku
jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat
umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.
Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".
Iblis :" Pemakan riba".
Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".
Iblis :" Pe-zina".
Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".
Iblis :" Orang yang mabuk".
Nabi :" Siapa tamumu ?".
Iblis :" Pencuri".
Nabi :" Siapa utusanmu ?".
Iblis :"Tukang Sihir" .
Nabi :" Apa kesukaanmu ?".
Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".
Nabi :"Siapa kekasihmu ?".
Iblis :"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at".
Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".
Iblis :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".
Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".
Iblis :"Tobatnya orang yang bertaubat".
Nabi :"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?".
Iblis :" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.
Nabi :" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".
Iblis :" Zakat secara sembunyi-sembunyi" .
Nabi :" Apa yang membutakan matamu ?".
Iblis :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]" .
Nabi :" Apa yang memukul kepalamu ?".
Iblis :" Memperbanyak shalat berjamaah".
Nabi :" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".
Iblis :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat" .
Nabi :" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".
Iblis :"Orang kikir / pelit" .
Nabi :" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".
Iblis :" Majlis-majlis ulama".
Nabi :" Bagaimana kamu makan ?".
Iblis :"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku" .
Nabi :"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?".
Iblis :" Dibalik kuku-kuku manusia".
..
Nabi :" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?".
Iblis :" Sepuluh perkara".
Nabi :" Apa itu wahai terlaknat ?".
Iblis :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat
dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka.
Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka.
Itulah maksud firman Allah :
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka
dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan
berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah
dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah
mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada
mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)
Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka
saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan
yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak
dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah
dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan
akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar
dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan
maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya
adalah temannya.
Itulah maksud firman Allah :" ....... , dan kerahkanlah terhadap
mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan
kaki ...... (QS. 17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya punya
rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar
saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon
agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon
agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya
memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk
adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman
yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi
teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki
teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta
kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian
membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Rabbnya. (QS. 17:27)
Rasulullah berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan
didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan
membenarkanmu" .
Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon
kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara
mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat
mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun
sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau,
dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :
" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya
saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat . Sesungguhnya
orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu.
Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.
Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing
di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya.
Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu
sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya
beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan
ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka
anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan
ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya
Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya
sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang
dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak
lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua
orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang
memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur,
tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.
Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun
untuk selamanya.
Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk
di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi
kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang
yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,
' keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,
kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.
Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan
sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi.
Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan,
tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka
bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi
orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad,
tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan
tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan.
Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah,
tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka
bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap
makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya
orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka.
Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia
oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah
orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.
Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud :
Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia
umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118)
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah
Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan
jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan
dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang
telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)
sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah
ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".
Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis :
" Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat
dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga".
Ia iblis menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan
dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga
hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu
sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah
memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan
saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk
neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari
apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya".
Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir,
dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan
kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya
serta para Utusan dan Para Nabi.
Hikmah dari Kisah tersebut di atas
Sebagai upaya mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman ini
barangkali berguna untuk direnungkan :
· Kita perlu semakin menancapkan keyakinan, bahwa syaithan tidak
punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.
· Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah Ta'Ala agar Dia ridho
dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk
mendapatkan ampunan-Nya.
· Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan Iblis adalah
tidak ada keinginannya untuk bertaubat, walau Rasulullah SAW
telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk
mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman :
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang
bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan
yang benar. (QS. 20:82).
· Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang akan dilakukan
oleh Iblis dari kisah tersebut membuat kesadaran bahwa upaya
untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.
· Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-Nya
sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini
hingga akan selamat dari jebakan-jebakan syaithan.
Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan
kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya. Source -I :
Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999.
Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi /
Darul 'Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
Translated by : Nur Mufid, Nur Fu'ad.. Source-II : Dari Judul Asli :
Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-'Arabi
[Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941 ]
Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001
Semoga bermanfaat, amin ya Robbal 'Alamin
" Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat
dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang
memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian
mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ".
Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :
" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?".
Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang terkutuk
- semoga Allah senantiasa melaknatnya" .
Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah , apakah engkau
mengijinkanku untuk membunuhnya? ".
Nabi SAW berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah
engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda
kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang
diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan
dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".
Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis
masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang
sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut
sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda,
kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas,
tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar,
gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya
seperti bibir macan / kerbau [tsur].
Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum
ya jamaa'atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan
muslimin]".
Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya
milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".
Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku
sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah] ."
Nabi SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini,
wahai terlaknat?".
Iblis berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan
Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya
Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW
dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu
kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu
terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu
mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang
ditanyakan kepa-damu' .
Allah SWT bersabda," Demi kemulia-an dan keagungan-Ku,
jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya
Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan
musuhmu karena bencana yang menimpamu". Wahai Muhammad,
sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah.
Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.
Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku,
niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku.
Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku
yang menimpa diriku".
..
Rasulullah kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah
kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".
Iblis menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq
Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti
agamamu".
Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".
Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya
kepada Allah SWT".
Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".
Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat]
yang saya tahu, lagi penyabar".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan
suci dari kotoran".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan
kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".
Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".
Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya
kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan
dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar ".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".
Rasulullah bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".
Iblis :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya
pada tempat yang halal".
Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".
Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar".
Rasulullah :"Kenapa, wahai terlaknat?".
Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah
sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat".
Rassulullah :"Jika mereka shaum ?".
Iblis : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa" .
Rasulullah :" Jika mereka menunaikan haji ?".
Iblis :" Saya menjadi gila".
Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur'an ?'.
Iblis :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".
Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".
Iblis :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil
gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua".
Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".
Iblis :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu.
Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua,
menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya
yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang
antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat,
Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".
..
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".
Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah,
dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan
mentaatiku pada masa Islam".
Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang Umar ?".
Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya
kecuali aku lari darinya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".
Iblis :" Aku malu dengan orang yang para malaikat
saja malu kepadanya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".
Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah
bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala],
dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya,
tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu".
Rasulullah :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah
membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat".
Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :" Hay-hata hay-hata
[tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara
aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang
dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui
aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan
yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka
dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh
maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir
dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".
Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".
Iblis dengan panjang-lebar menjawab :" Apakah engkau tidak tahu,
wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak
termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka
dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu
ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba
yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu
[syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu.
Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.
Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah]
termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.
Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh
ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan.
Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama,
dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda
orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.
Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka,
sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka
kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk
menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk
kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar
dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu
pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan
satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil
keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa
rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu,
tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama
tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat
da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina,
membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam
Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :"
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan)
syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu",
maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhn ya
aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut
kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).
..
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu
berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa
berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah,
dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah
kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua".
Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan
kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah
kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa,
meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan
lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka
masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka
semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya
karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang
meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat,
aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:
" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk". Sehingga dia mengakhirkan
shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul
wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang
membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia
sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,'
Lihatlah kiri-kanan', lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya
dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan
kepadanya,' Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya'.
Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh
dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian,
aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia 'mencucuk' shalat
seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang
atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan 'lijam'
[cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya.
Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa
yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti
kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.
Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan
jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat.
Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia
tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya
dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia.
Dia menjadi pendengar kami yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin
untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak wajib
atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan
ni'mat dari Allah'. Aku katakan kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah
shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang
sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta,
tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, .........
Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu,
agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa
bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus
shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir.
Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu
Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku
bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku
jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat
umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.
Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".
Iblis :" Pemakan riba".
Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".
Iblis :" Pe-zina".
Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".
Iblis :" Orang yang mabuk".
Nabi :" Siapa tamumu ?".
Iblis :" Pencuri".
Nabi :" Siapa utusanmu ?".
Iblis :"Tukang Sihir" .
Nabi :" Apa kesukaanmu ?".
Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".
Nabi :"Siapa kekasihmu ?".
Iblis :"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at".
Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".
Iblis :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".
Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".
Iblis :"Tobatnya orang yang bertaubat".
Nabi :"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?".
Iblis :" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.
Nabi :" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".
Iblis :" Zakat secara sembunyi-sembunyi" .
Nabi :" Apa yang membutakan matamu ?".
Iblis :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]" .
Nabi :" Apa yang memukul kepalamu ?".
Iblis :" Memperbanyak shalat berjamaah".
Nabi :" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".
Iblis :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat" .
Nabi :" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".
Iblis :"Orang kikir / pelit" .
Nabi :" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".
Iblis :" Majlis-majlis ulama".
Nabi :" Bagaimana kamu makan ?".
Iblis :"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku" .
Nabi :"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?".
Iblis :" Dibalik kuku-kuku manusia".
..
Nabi :" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?".
Iblis :" Sepuluh perkara".
Nabi :" Apa itu wahai terlaknat ?".
Iblis :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat
dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka.
Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka.
Itulah maksud firman Allah :
Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka
dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan
berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah
dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah
mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada
mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)
Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka
saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan
yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak
dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah
dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan
akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar
dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan
maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya
adalah temannya.
Itulah maksud firman Allah :" ....... , dan kerahkanlah terhadap
mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan
kaki ...... (QS. 17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya punya
rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar
saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon
agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon
agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya
memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk
adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman
yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi
teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki
teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta
kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian
membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Rabbnya. (QS. 17:27)
Rasulullah berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan
didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan
membenarkanmu" .
Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon
kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara
mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat
mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun
sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau,
dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :
" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya
saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat . Sesungguhnya
orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu.
Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.
Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing
di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya.
Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu
sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya
beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan
ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka
anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan
ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya
Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya
sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang
dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak
lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua
orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang
memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur,
tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.
Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun
untuk selamanya.
Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk
di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi
kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang
yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,
' keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,
kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.
Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan
sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi.
Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan,
tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka
bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi
orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad,
tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan
tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan.
Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah,
tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka
bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap
makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya
orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka.
Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia
oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah
orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.
Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud :
Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia
umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118)
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah
Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan
jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan
dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang
telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian)
sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah
ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".
Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis :
" Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat
dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga".
Ia iblis menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan
dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga
hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu
sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah
memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan
saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk
neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari
apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya".
Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir,
dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan
kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya
serta para Utusan dan Para Nabi.
Hikmah dari Kisah tersebut di atas
Sebagai upaya mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman ini
barangkali berguna untuk direnungkan :
· Kita perlu semakin menancapkan keyakinan, bahwa syaithan tidak
punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.
· Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah Ta'Ala agar Dia ridho
dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk
mendapatkan ampunan-Nya.
· Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan Iblis adalah
tidak ada keinginannya untuk bertaubat, walau Rasulullah SAW
telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk
mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman :
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang
bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan
yang benar. (QS. 20:82).
· Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang akan dilakukan
oleh Iblis dari kisah tersebut membuat kesadaran bahwa upaya
untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.
· Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-Nya
sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini
hingga akan selamat dari jebakan-jebakan syaithan.
Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan
kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya. Source -I :
Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999.
Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi /
Darul 'Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
Translated by : Nur Mufid, Nur Fu'ad.. Source-II : Dari Judul Asli :
Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-'Arabi
[Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941 ]
Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001
Semoga bermanfaat, amin ya Robbal 'Alamin
Langganan:
Postingan (Atom)