24 Januari 2010

TELAH DIBAYAR


Aktivitas dimulai dengan shalat subuh berjamaah. Kemudian seluruh anggota berjalan keliling komplek. Sampai di rumah sang Ibu bergegas ke dapur menyiapkan makanan untuk sarapan seluruh anggota keluarga. Bosan menunggu, anak sulungnya (10 tahun) menyusul ke dapur. Kemudian si anak membantu apa yang bisa mereka lakukan. Belum sempat mengusap si anak datang dan menyodorkan secarik kertas. Diambilnya kertas putih itu, dan membacanya sepintas.

Upah membantu ibu :

- belanja ke warung Rp. 2.000,-
- menyapu dan mengepel lantai Rp. 5.000,-
- menata meja makan Rp. 2.000,-
- membuat minum untuk ayah Rp. 2.000,-
- membuang sampah Rp. 2.000,-
- membereskan tempat tidur Rp. 5.000,-
- menyiram tanaman Rp. 2.000,-
--------------------------
-
Total Rp. 20.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum hangat dan memandang anaknya yang sedang mengikuti gerak geriknya dengan pandangan cemas dan gembira.
”Sini Nak, tolong ambilkan bunda pulpen itu”.
Si anak segera mengambilnya. Si ibu membalikkan kertas dan selanjutnya menulis sesuatu. Lalu disodorkannya ke sang anak dan meminta untuk membaca apa yang ditulis ibunya.

Tertera :
- Upah mengandungmu selama 9 bulan- GRATIS
- Upah menyusuimu selama 2 tahun - GRATIS
- Upah menjagamu di malam hari -GRATIS
- Upah menangis karena sedih saat menungguimu sedang sakit demam – GRATIS
- Upah khawatir waktu menungguimu test IQ saat mau masuk SD – Gratis
- Upah menyediakan makanan sehat dan makanan kesukaanmu – GRATIS
- Upah memenuhi keinginanmu untuk memiliki mainan seperti yang dimiliki teman sebayamu – GRATIS. Jumlah Keseluruhan dari yang bunda berikan GRATIS karena bunda ikhlas melakukannya.

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Rasa menyesal ditandai dengan deraian air mata yang mengalir di sepanjang pipinya. Kemudian dipeluknya sang ibu.
”Aku minta maaf. Aku sayang sama Bunda”.
Kemudian si anak mengambil pena. Di sudut kertas ditulisnya "TELAH DIBAYAR" .

(sedikit demi sedikit) sempurnakanlah ibadahmu (doa sebelum makan)

DOA SEBELUM MAKAN

Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinna'adzaabannar.

Ya Allah, berkahilah rizqi yang Engkau rizqikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Pasti apal dong doa ini, kyknya malah doa yg satu ini yg paling anak2ku apal hehehehe

Tapi kenapa ya, ak perhatiin kok orang dewasa yg muslim , kebanyakan malah berdoa cuman ngucap ' bismillah ' aja
Langsung aja......" hap...lalu dimakan"
Padahal asa kurang yaa..Kl liat artinya...'Dengan menyebut nama Allah'....
trus dibandingin Sama doa yg sebelumnya, kyknya ... Ngga kena y ♓é²:D...♓é²:)...♓é²

menurutku Kyknya 'pemangkasan' yg tidak tepat deh..
padahal makan itu adalah salah satu kegiatan yg menyangkut sisi spiritual dan dunia yang kenceng loh.
Dia juga merupakan proses ibadah,

- secara jasad....dia merupakan ibadah manusia untuk kelangsunganhidup dirinya
makanan itukan memberi kita energi dan bahan untuk memperbaiki kerusakan tubuh untuk melangsungkan kehidupan
- secara spiritual, makan juga merupakan ibadah....niat kita untuk memelihara diri...
makanan sendiri mempunyai energi , positif atau negatifnya juga dilihat dari halal atau haram makanan yang kita makan

itu sekelumit faktor dalam dari proses makan
Belum kl kita perhatiin dari masalah luarnya.

InsyaAllah sy yakin, rejeki yg kita pake utk beli makanan itu halal (bukan hasil dr mencuri ato korup)
Tapi, apakah sudah dikeluarkan hak anak yatimnya??
Mungkin utk lbg jelasnya ada di note sebelumnya...

Nah kalau belum, brarti kita py utang y dari makanan itu, ingat QS 4:10 "bila kau memakan hak anak yatim , sama dengan memakan api neraka sepenuh perutmu"
(jadi doa sebelum makan cucok ya = kindungilah kami dari siksa api neraka)

Trus kita liat juga dari unsur dimana kita membeli makanan itu, halal kah makanan itu?
Seingat saya, binatang yg disembelih tidak menyebut nama Allah jatuhnya haram... Bgmana dgn yg lain?? Misalnya tanaman, ketika di petik disebutkah (minta ijinkah) pada Allah?
Atau ketika mengolahnya (minta ijin pulakah pada sang pencipta??)

Bukan kah semua ini (termasuk jasad kita) hy titipan??.. Kl ngga ijin dulu dlm melakukan apapun kpada pemiliknya , jadi 'halal' tidak??

Unsur lain yg harus diperhatikan, adalah adakah penambahan 'unsur' lain yg selain dari Allah ke dalam makanan itu??
Maaf... Setau sy banyak sekali toko, restauran dll yang menggunakan 'jampi2' supaya dagangannya laku.. (ini dialami sendiri oleh beberapa teman dekat saya loh)

Kalo orang yg bisa liat, dia ngga akan mau makan makanan itu.. Kenapa? Krn proses jampi2 itu keliatan sekali oleh dia , mengkontaminasi makanan itu oleh energi negatif.....

Dan makanan itu akan dimasukkan ke tubuh kita dan menjadi bagian kita!!
Ngeri kan??

Trus gimana kl yg doanya ke 'kyai' dll??
Sy pikir kl jatohnya tetep dikasih isim, ato ada ritual2 yg ngga ada di 'Quran' sy rasa jatohnya sama aja ya
(Cuma kemasannya aja yg jadi seperti 'putih)

setelah menyimak hal2 diatas, apa iya, cukup dengan membaca 'bismillah'??
Sedangkan kita tidak memaknai arti dari bacaan itu sendiri, tidak tau bahaya apa yg mengintai dibalik makanan yg kita makan...


Ada baiknya kita luangkan waktu sedikit saja untuk berdoa (dalam hati) yg lebih khusuk dan mengena..
Doa sebelum makan yg disebut diawal sebenernya jg mencerminkan
Betapa yg namany rizki ini perlu rahmat hidayahnya, dan betapa mudahnya kita tergelincir shg mbutuhkan pertolongan Allah untuk dujauhkan dari neraka..

Lebih bagus lg kl doanya kita tambah dengan taudz, basmalah, hamdalah dan ijab qabul hak anak yatim dari makanan tsb

Mudah2an sharing ini berguna buat teman2
Maaf kl ada salah kata atau ada yg tersingggung
Wassalam

sumber : oleh Yovi Yoanita

4 KEBIASAAN MENYENANGKAN TAPI BERBAHAYA

PERNAHKAH Anda membunyikan leher untuk menghilangkan ketegangan? Atau mengucek mata dengan harapan bisa melihat lebih jelas dan membunyikan ruas-ruas jari tangan untuk mengusir kebosanan saat Anda sama sekali tidak punya pekerjaan? Jika pernah, Anda tidak sendiri, banyak orang yang melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini tapi tahukah Anda, bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil ini berdampak buruk bagi kesehatan?
Berikut kebiasaan-kebiasaan itu:

1. Mengucek mata
Mulailah menghindari kebiasaan yang satu ini. Menurut para dokter, gosokan yang lembut sekalipun pada mata bisa meningkatkan tekanan yang memicu terjadinya glaucoma atau penyakit kebutaan. Sebuah studi juga menemukan kalau memakai kaca mata renang, tidur telungkup atau melakukan olahraga di gym bisa memicu glaucoma dan penyakit mata yang berkaitan dengan tekanan mata lainnya.

Setiap sentuhan yang mengenai kelopak mata, menurut profesor Charles McMonnies dariUniversity of New South Wales Shool of Optometry and Vision Science, bisa meningkatkan tekanan mata. Sentuhan ringan akan menambah sedikit tekanan tapi sentuhan yang kuat bisa memicu peningkatan tekanan 3-5 kali dari tekanan normal.

Karena itu, ada baiknya lebih berhati-hati dalam menyeka mata berair atau make-up di sekitar mata. Proses ini melibatkan kontak dengan kelopak mata. Dalam kasus mengucek mata, yang meilibatkan kelopak dan juga bola mata, tekanan mata bisa meningkat 10 kali lipat dari normal. Masih ingin mengucek mata? Anda baiknya mulai dihentikan.

2. Membunyikan leher
Dengan membunyikan leher, berarti Anda turut meregangkan jaringan ikat persendian yang berfungsi mendukung dan menstabilkan persendian leher. Meregangkan persendian akan menyebabkan hipermobilitas di mana persendian telah kehilangan kelenturan alaminya.

Karena jaringan ikat persendian menjadi kendur, otot-otot kecil yang menghubungkan ruas-ruas tulang punggung menjadi kencang. Otot-otot ini harus bekerja lebih keras untuk menetralkan hilangnya keseimbangan akibat kendurnya jaringan pengikat sendi. Hal ini akan membuat leher terasa kaku dan tegang. Saat ketegangan semakin menumpuk dan leher semakin tidak nyaman, Anda kembali ingin memanipulasi leher dengan cara membunyikan. Akibatnya, proses buruk yang sama akan kembali terulang.

3. Membunyikan ruas-ruas jari
Hal ini mungkin seringkali Anda lakukan tanpa sadar. Burukkah bagi kesehatan? Menurut sebuah studi dengan 300 partisipan yang dipublikasikan di Journal of Manipulative and Physiological Therapeutics, hal ini bisa memicu kerusakan persendian. Studi ini memang tidak menemukan hubungan antara membunyikan persendian dengan radang sendi, tetapi kebiasaan ini mengakibatkan kerusakan lain termasuk kerusakan jaringan lunak hingga kapsul persendian serta melemahnya daya cengkram.

4. Mengorek telinga
Jika hal ini sudah menjadi kebiasaan Anda, ada baiknya mempertimbangkannya kembali. Jika telinga Anda gatal atau sakit, lebih baik berkonsultasi dengan dokter daripada menyelesaikan masalah Anda sendiri. Menurut dr Peter Roland dari University of Texas, menggunakan cotton bud berisiko melubangi gendang telinga, menyebabkan perdarahan dan hilangnya pendengaran yang bersifat sementara.

Upaya mengeluarkan tumpukan lilin telinga ada baiknya diserahkan kepada dokter. Sebab, lilin ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, sel-sel kulit mati dan rambut ke dalam telinga. Kelebihan lilin secara alami akan dikeluarkan melalui saluran telinga, dibantu oleh gerakan mengunyah dari rahang. Lilin ini juga berfungsi dalam mekanisme pembersihan serta mengandung antibakteri dan pelumas. Menyodokkan benda kecil ke dalam justru bisa merusak pembentukan alami lilin sehingga menyebabkan lilin menjadi padat, menjadi penghambat dan memicu infeksi.

sumber: media indonesia
(MOHON DISEBARKAN, SEMOGA BERMANFAAT)

Janganlah Hatimu Menciptakan Jarak!


Seorang murid bertanya pada Ustadz yang bijak "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, biasanya berbicara dengan suara keras bahkan berteriak? "

Ustadz itu tersenyum " Adakah yang bisa menjawab pertanyaan teman kalian ini " Sang Guru menguji kebijakan murid-muridnya.

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;"Karena ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia berteriak."

" Hmm, Padahal lawan bicaranya justru berada dekat disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?" Pancing Sang Ustadz

Semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

Sang Ustadz lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas."

"Mengapa demikian?" Sang Ustadz bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka terdiam, tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang Ustadz menutup dengan sebuah nasehat :
"Ketika kalian sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Apalagi mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.

Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Kalian."

***

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [Ali ‘Imran:159]

Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” ( HR Buhkori )

Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. (HR. Ahmad)

Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu balas mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui tentang dirinya.Karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia. (HR. Ad-Dailami)

Katakan HIJRAH, hijrahkan KATA

Ternyata, kualitas/kondisi hati seseorang sangat terlihat dari kualitas kata-katanya, dan juga terlihat dari kualitas bagaimana vocal/infleksi/intonasi suara orang tersebut dalam mengatakan sesuatu.

Tentang kata-kata, setidaknya ada dua dimensi yang harus kita hijrahkan. Pertama dimensi VOCAL, kedua dimensi VERBAL. Tentu saja hijrah dari kata-kata yang mengandung ketidakbaikan menuju kata-kata yang lebih baik dan berdaya manfaat.

Pertama, dimensi VOCAL. Vocal seseorang dalam berbicara sangat terpengaruh dari kecepatan dan infleksi (tinggi rendah) suaranya. Atau saya sering mengistilahkan denga sebutani getaran suara. Rupanya, jika Anda ingin menyelaraskan hati Anda dengan hati orang yang Anda ajak bicara maka SELARASKANlah getaran suara Anda dengan getaran suara orang itu. Cobalah Anda lakukan hal itu, dan nikmatilah keajaiban yang terjadi...

Kedua, dimensi VERBAL. VERBAL adalah pilihan KATA kita dalam berbicara. Jika kita terbiasa berkata yang positif berarti isi hati kita insya Allah adalah hal-hal yang positif. Tetapi jika seseorang terbiasa berkata kotor, menghujat, dan mengkritik menjatuhkan, berarti kemungkinan isi hatinya seperti itu. Sebab, tidak mungkin Teko berisi air Teh bisa menumpahkan air Kopi. Apa yang kita tumpahkan dari kata-kata kita, maka itulah isi hati kita....

Dan, Tahukah Anda, mengapa kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Sebab rupanya, kata-kata itu menciptakan. Perhatikanlah, 20 tahun yang lalu di Indonesia tidak ada yang BETE, hal ini terjadi karena memang 20 tahun yll tidak ada kosa kata Bete. Dan, semakin tertebar kata "Bete" di alam semesta ini, maka memungkinkan semakin banyak menciptakan orang-orang yang Bete. Wow, Masya Allah...

Bayangkan jika si ibu memarahi anaknya dengan kata NAKAL. Maka tidak perlu heran anak tersebut jadi nakal betulan, karena begitu seringnya sang ibu mengatakan bahwa anaknya Nakal. So, seringkali bukan karena anak itu nakal lalu ia dikatai nakal, tapi karena anak itu sering dikatai nakal maka ia menjadi nakal betulan.

Ditambah lagi, Penelitian dari Prof Masaru Emoto bahwa ternyata ada Pengaruh KATA terhadap kualitas AIR. Kristal air menjadi indah jika diberikan kata-kata yang indah. Dan Bukankah 70% lebih tubuh kita terdiri dari Air?


Pengaruh KATA terhadap AIR. Kristal air menjadi indah jika diberikan kata-kata yang indah. Bukankah 70% lebih tubuh kita terdiri dari Air?



Sahabat, mari perbaiki VERBAL kita. Berikut beberapa tips memperbaiki kata/verbal.

1. Gunakan Kata yang berenergi POSiTIF
Kurangi kata yang bernuansa/berenergi negatif. Kalau Anda ingin mengatakan Bodoh, maka katakanlah kurang Pintar. Jika Anda ingin mengatakan Sulit, maka katakanlah Tidak Mudah.

2. Gunakan Kata/KALIMAT yang JELAS
Kurangi Kata-kata yang hanya bernuansa Gaul, tapi membuat bingung. Contoh kata-kata yang tidak jelas : Lebay, Bohay, Bokat, Spokat, Cupu dan sebagainya. Kata-kata yang tidak jelas akan memaksa kinerja alam semesta memperjelasnya dan mempopulerkannya, lalu menciptakan orang-orang sesuai kata-kata tersebut. Maka tak heran, semakin bertebaran kata yang tidak jelas di alam semesta ini, maka akan menciptakan banyak orang-orang yang tidak jelas. Wallahu alam.

3. Kalimat yang ujungnya POSITIF
Walaupun Anda ingin/terpaksa menggunakan kata yang berenergi negatif, maka Anda harus menutupnya dengan kata yang positif. Sebab, pada akhirnya, otak kita lebih menerima kata-kata yang berada di akhir kalimat. Contoh, jika Anda mengatakan : Pelajaran matematika, aku bisa tapi sulit. Anda ganti saja dengan pelajaran matematika memang sulit, tapi aku bisa. Kalau Anda mengatakan : Bu Ani orangnya gemuk, tapi cantik. Hal itu lebih indah dibandingkan jika Anda mengatakan Bu Ani memang cantik, tapi gemuk.

4. Kurangi awalan kata JANGAN atau TIDAK
Agar ujungnya Positif, maka kurangi awalan kalimat berkata "Jangan". Kalau Anda mengatakan “Jangan Ribut”, maka kata ribut membayang di otak orang yang Anda beri intruksi jangan ribut tersebut. Tapi katakanlah, “Tolong Diam... Terimakasih”.

Seorang ibu yang mengatakan kepada anaknya “Jangan Lari, ntar jatuh”, biasanya setelah itu anaknya semakin kencang larinya dan akhirnya terjatuh. Maka katakanlah, “Stop, berhentiiiiii...gerak....”... Intinya mari belajar berkata FOKUS kepada apa yang kita inginkan, bukan malah fokus kepada apa yang tidak kita inginkan.

5. Selaraskan Perkataan dengan Pikiran, Perasaan, Perbuatan, & Peraturan.
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. 61:2-3).

Wallahu alam
KZ
http://cahaya-semesta.com

WAKTU DAN PROYEK

Aku kadang heran melihat orang yang sibuk, tapi selalu dapat menyelesaikan pekerjaannya. Dan aku pun heran melihat orang yang santai dan luang tapi tak pandai menyelesaikan pekerjaannya. Lalu aku lihat diriku, yang mana aku saat ini?

Rupanya aku pelajari sesuatu....
Hargailah waktu, maka waktu akan menghargaimu...

Jika engkau ditaqdirkanNya mendapatkan SEPULUH proyek bulan ini, maka :

- Jika engkau terbiasa menghargai waktu, maka proyek itu akan diatur oleh Allah sedemikian rupa sehingga tidak bentrok waktunya dan tidak pula terlalu berdekatan..

- Jika engkau hanya kadang-kadang saja menghargai waktu, maka proyek itu akan diberikan-Nya dalam waktu yang berdekatan, sehingga engkau akan kelehan, atau bahkan sakit setelah itu...

- dan, jika engkau sedikit sekali menghargai waktu, maka bisa saja KESEPULUH proyek itu dihadirkanNya dalam waktu yang sama, yakni hari yang sama ... sehingga engkau mau tidak mau hanya bisa memilih dan menyelesaikan satu proyek saja, dan menyesali Sembilan proyek lainnya...

Wallahu alam, hal ini hanya pendapatku saja....

"Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran (Q.S. Al-'Ashr)"

Hargailah waktu, maka waktu akan menghargaimu...

Wallahu alam
Kang Zen
http://cahaya-semesta.com
http://sugestipower.com

02 Desember 2009

GEMPA DI MATA ROSULULLOH DAN GENERASI TERBAIK

Sebelumnya pada bulan Ramadhan gempa 7,3 skala richter mengguncang Pulau Jawa. Pusatnya ada di Jawa Barat, tepatnya di Tasikmalaya. Kembali guncangan gempa itu datang ba'da Ramadhan di Padang Pariaman gempa dengan kekuatan 7,6 skala richter,.. Guncangan yang kembali menambah daftar kesedihan, korban harta bahkan korban jiwa.
Ba'da Ramadhan 1430 H ini sedang mengajak kita untuk merenung lebih dalam. Ada yang harus ditadabburi. Langkah ini harus dihentikan sejenak untuk mentadaburi ada apa dengan perjalanan kita dan bangsa ini.
Jika Badan Metereologi dan Geofisika telah membahas gempa dari sudut ilmiah. Pusat gempa, kekuatannya, penyebabnya, radius kerusakannya dan sebagainya.
Kini, mari kita belajar tentang gempa dari manusia terbaik sepanjang sejarah bumi yang mendapat bimbingan langit, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Juga dari generasi terbaik yang pernah Allah munculkan demi memakmurkan bumi ini, para shahabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.

GEMPA DIMATA ROSULULLOH

Setidaknya dua kali gempa tercatat dalam riwayat hadits Nabi. Yang pertama di Mekah. Dan kedua di Madinah.
Pertama, Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya dari Utsman bin Affan bahwa dia berkata,

“Apakah kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Mekah. Bersama beliau; Abu Bakar, Umar dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan. Maka Rasulullah menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Tsabir! Yang ada di atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid.”

Kedua, hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, dia berkata:

“Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Uhud! Yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.”

Di antara pelajaran besar dalam dua riwayat di atas bahwa ternyata gunung tidak layak berguncang saat ada 4 manusia terbaik ada di atasnya. Nabi harus menghentakkan kaki dan mengeluarkan perintah kepada gunung untuk menghentikan guncangan tersebut.

Di sinilah pelajaran besarnya bagi kita sebagai analisa pertama tentang gempa. Bahwa keberadaan orang-orang shaleh di sebuah masyarakat membuat bumi tidak layak berguncang. Kriteria keshalehan sangat spesifik disebutkan dalam riwayat tersebut. Untuk kita, hanya tinggal dua pilihan mengingat sudah tidak ada lagi nabi. Yaitu: Shiddiq. Kriteria utama Abu Bakar adalah beriman tanpa ada rasa keraguan sedikit pun. Dan Syahid. Mereka yang meninggal fi sabilillah.

Jika manusia dengan dua kriteria itu masih banyak yang hidup di atas bumi, maka bumi tidak layak gempa. Sebaliknya, gempa terjadi manakala bumi telah sepi dari keberadaan orang-orang dengan keimanan tanpa ada kabut keraguan dan orang-orang yang meninggal fi sabilillah.

Dalam riwayat mursal yang disebutkan oleh Ibnu Abid Dun-ya, setelah Rasulullah menenangkan guncangan beliau berkata kepada para shahabat,

“Sesungguhnya Tuhan kalian sedang menegur kalian, maka ambillah pelajaran!”

GEMPA DI MATA UMAR BIN KHATAB radhiallahu anhu

Gempa juga tercatat pernah terjadi di Masa kekhilafahan Umar, sebagaimana yang disampaikan dalam riwayat Ibnu Abid Dun-ya dalam Manaqib Umar. Madinah sebagai pusat pemerintahan kembali berguncang. Umar menempelkan tangannya ke tanah dan berkata kepada bumi, “Ada apa denganmu?” Dan inilah pernyataan sang pemimpin tertinggi negeri muslim itu kepada masyarakat pasca gempa,

“Wahai masyarakat, tidaklah gempa ini terjadi kecuali karena ada sesuatu yang kalian lakukan. Alangkah cepatnya kalian melakukan dosa. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika terjadi gempa susulan, aku tidak akan mau tinggal bersama kalian selamanya!”

Kembali, generasi terbaik itu mengajarkan ilmu mulia bahwa gempa terjadi karena dosa yang dilakukan oleh masyarakat. Umar dengan tegas menyatakan itu. Lebih tegas lagi saat dia bersumpah bahwa jika terjadi gempa susulan, Umar akan meninggalkan Madinah. Karena itu artinya dosa kembali dikerjakan dan tidak kunjung ditaubati.

GEMPA DI MATA KA'AB BIN MALIK radhiallahu anhu

Shahabat Ka’ab bin Malik mempunyai pendapat yang mirip dengan Umar bin Khattabh. Inilah pernyataan lengkapnya tentang gempa,

“Tidaklah bumi berguncang kecuali karena ada maksiat-maksiat yang dilakukan di atasnya. Bumi gemetar karena takut Rab nya azza wajalla melihatnya.”

Ka’ab menyebut bahwa guncangan bumi adalah bentuk gemetarannya bumi karena takut kepada Allah yang Maha Melihat kemaksiatan dilakukan di atas bumi-Nya.

GEMPA DI MATA UMMUL MUKMININ 'AISYAH radhiallahu anha

Inilah pelajaran yang diberikan oleh guru besar para shahabat dan tabi’in sepeninggal Nabi selama 47 tahun; Aisyah istri Nabi, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim dalam kitabnya al-Jawabul Kafi.

Suatu saat Anas bin Malik bersama seseorang lainnya mendatangi Aisyah. Orang yang bersama Anas itu bertanya kepada Aisyah: Wahai Ummul Mukminin jelaskan kepadaku tentang gempa.

Aisyah menjelaskan,

“Jika mereka telah menghalalkan zina, meminum khamar dan memainkan musik. Allah azza wajalla murka di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: guncanglah mereka. Jika mereka taubat dan meninggalkan (dosa), atau jika tidak, Dia akan menghancurkan mereka.

Orang itu bertanya kembali: Wahai Ummul Mukminin, apakah itu adzab bagi mereka?

Aisyah menjawab, “Nasehat dan rahmat bagi mukminin. Adzab dan kemurkaan bagi kafirin.”

Anas berkata: Tidak ada perkataan setelah perkataan Rasul yang paling mendatangkan kegembiraan bagiku melainkan perkataan ini.

Sangat gamblang dan jelas penjelasan Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab spiritual gempa. Tiga dosa yang semuanya marak di zaman kita ini. Khusus untuk dosa yang pertama, Aisyah menggunakan kata istabahu yang artinya masyarakat telah menganggap zina itu mubah. Zina tidak hanya dilakukan, tetapi telah dianggap mubah. Dari ucapan, tindakan, kebijakan sebuah masyarakat bisa dibaca bahwa mereka yang telah meremehkan dosa zina, memang layak dihukum dengan gempa.



Inilah Kesimpulannya...

Dari semua pernyataan hamba-hamba terbaik Allah di muka bumi ini tentang gempa, ternyata penyebab spiritual gempa adalah sebagai berikut:

1. Sedikitnya orang-orang shiddiq dan syahid yang tinggal di atas muka bumi
2. Masyarakat telah melegalkan zina
3. Masyarakat telah mengkonsumsi khamar (narkoba)
4. Masyarakat telah memainkan musik

Dan Inilah 4 Solusi dari Khalifah Adil...

Umar bin Abdul Aziz yang memerintah tahun 99 H – 101 H dengan prestasi fantastik dalam memakmurkan masyarakatnya hanya dalam 29 itu memberikan solusi terhadap gempa. Hal ini berawal dari gempa yang terjadi di zaman pemerintahannya. Selepas gempa mengguncang, Umar bin Abdul Aziz segera menulis surat instruksi kepada semua jajaran pejabatnya di seluruh negeri kekuasaannya. Dan inilah instruksinya,

“Gempa ini adalah sesuatu yang Allah azza wajalla gunakan untuk menegur hamba-hamba-Nya. Saya telah menulis perintah ke seluruh wilayah agar mereka keluar pada hari yang telah ditentukan pada bulan yang telah ditentukan, siapa yang mempunyai sesuatu maka bershadaqahlah karena Allah berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15)

14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), 15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. (Qs. Al-A’la: 14-15)

Dan katakanlah sebagaimana Adam berkata,

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raf: 23)

Dan katakanlah sebagaimana Nuh berkata,

وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (Qs. Hud: 47)

Dan katakanlah sebagaimana Yunus berkata,

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Anbiya’: 87)

Semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat untuk kita semua, dan semuanya kembali kepada sikap tingkah laku perbuatan amalan yg kita lakukan, semoga Alloh mengampuni kekhilafan kita selama ini, dan semoga kita selalu introspeksi diri, saling mentausyiahi dalam kebenaran dan kesabaran.

Wallahu a’lam

Siapakah Wanita Yang Pertama Masuk Surga?


Pernahkah terbersit dalam pikiran anda untuk bertanya “Siapa sih wanita yang pertama masuk surga di akhirat kelak?”. Sebuah pertanyaan iseng yang kalo dipikir-pikir sih ternyata membuat kita penasaran juga ya. Jika anda penasaran (seperti juga aku ketika itu), maka anda sama penasarannya dengan Siti Fatimah, putri Rasulullah Saw. Ia berniat menanyakan hal ini kepada ayahandanya.

Lalu, apakah anda menduga bahwa wanita yang pertama masuk surga itu adalah Siti Fatimah? Atau ibunda beliau Siti Khadijah, atau Siti Aisyah ataukah salah satu dari keluarga Rasulullah Saw lainnya? Mmm. Jika iya, jawaban anda ternyata salah. Inilah hebatnya Islam, tidak mengenal istilah ‘nepotisme’ (hehehe). Dalam sebuah ceramah agama, akhirnya aku tahu, ternyata wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Anda kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.

Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Mmm, pencarian pun dimulai, sodare-sodare…

Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah tersebut. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.

“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.

“Saya Fatimah, putri Rasulullah”

“Oh, iya. Ada keperluan apa?”

“Saya hanya berkunjung saja”

“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”

“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”

“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”

“Tetapi Hasan masih anak-anak”

“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”

“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.

“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”

“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”

“Dia perempuan?”

“Bukan, dia lelaki”

“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”

“Tetapi dia juga masih anak-anak”

“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”

“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali.

Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.

Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.

“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”

“Ada keperluan apa?”

“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”

“Oh, begitu”

Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.

“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.

“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”

Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”

“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”

“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”

“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”

“Ya… ternyata inilah rahasia itu”

“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.

“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”

“Masya Allah… Subhanallah… ”

5 Kebiasan Hidup Sehat Rosululloh SAW

1. Selektif dalam Memilih Makanan yang Halalan dan Toyyiban, wal Mubarokatan fiih..

Rasulullah SAW hanya makan makanan yang halal, dalam arti bukan makanan haram yang diperoleh dari usaha atau cara yang tidak dibenarkan secara syariat. Dengan kata lain, Rasulullah SAW selalu makan makanan yang diperoleh dengan cara yang benar. Bukan makanan dari hasil curian, bukan berasal dari uang korupsi, dan sebagainya. Halal terkait dengan urusan akhirat. Sementara toyyib terkait dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya untuk kesehatan kita, atau bergizi atau tidaknya makanan yang kita makan. Sate kambing, sebagai contoh, memang merupakan makanan yang halal, karena diperoleh dari membeli dengan menggunakan uang dari jerih payah dalam bekerja, bukan uang korupsi dan atau bukan berasal dari hasil mencuri. Namun sate kambing bukan makanan yang toyyib bagi seseorang yang mungkin mengalami tekanan darah tinggi, dan berkah adalah yang diridhoi Alloh sehingga keberkahan mengandung unsur kebaikan buat tubuh, walau keberkahan itu tidak terlihat..


2. Tidak Makan Sebelum Lapar, dan Berhenti Makan Sebelum Kenyang.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW tidak makan sampai terlalu kenyang. Tidak makan sampai di luar batas kemampuan perutnya. Rasulullah mempertimbangkan kemampuan perut dengan perbandingan yang seimbang antara sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk udara (oksigen) di dalam perut. Perbadingan ideal tersebut hanya dapat dilakukan jika beliau tidak makan sebelum lapar, segera berhenti makan sebelum kenyang. Dengan kata lain, makan yang baik adalah pada waktunya. Penyakit maag pada umumnya terjadi karena cara makan yang tidak teratur.


3. Makan Dengan Tenang, Tumakninah, Tidak Tergesa-Gesa, Dengan Tempo Yang Sedang.

Cara makan yang dilakukan Rasulullah SAW ternyata sangat sesuai dengan anjuran kesehatan, agar kita mengunyah makanan sampai sekitar 32 kali, sehingga makanan yang kita makan sampai di usus besar dapat dicernakan dengan mudah, dan kemudian diserap di usus halus dengan mudah pula. Tugas usus akan sangat terbantu oleh cara makan yang tenang, tumakninah, tidak tergesa-gesa, dan dengan tempo yang sedang. Kita akan menikmati lezatnya makanan yang kita makan dengan cara makan yang demikian. Dan dengan demikian, rasa syukur akan muncul ketika kita makan, di samping memulai makan dengan basmallah dan mengakhirinya dengan hamdallah.


4. Cepat Tidur dan Cepat Bangun.

Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan.

Dalam hal urusan tidur, beliau tidak tidur melebih kebutuhan, namun tidak juga menahan diri tidak menahan diri untuk tidur sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal kebutuhan tidur yang melebih kebutuhan ini pernah diadakan penelitian oleh Daniel F. Kripke, seorang ahli psikiatri Universitas California, Amerika Serikat. Penelitiannya yang dilakukan di Jepang dan Amerika Serikat selama 6 tahun dengan responden berusia 30 – 120 tahun, dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang memiliki kebiasaan tidur lebih dari 8 jam sehari memiliki resiki kematian yang lebih cepat. Hal ini sangat berlawanan dengan mereka yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari delaman jam, 6 – 7 jam, maksimal 8 jam.

Menurut riwayat, cara tidur Rasulullah adalah miring ke kanan, menghadap kiblat. Jika sudah penat dengan cara ini, kemudian beliau miring ke kiri barang sejenak dan kemudian miring ke kanan kembali.


5. Selalu Istiqamah Melaksanakan Puasa Sunah, di Luar Puasa Wajib Ramadhan.

Dari segi kesehatan, puasa merupakan satu bentuk pemberian istirahat bagi sistem pencernaan makanan kita. Ibarat mesin, sistem pencernaan kita memerlukan masa overhaul atau turun mesin untuk merevitalisasi kemampuan mesin. Demikian juga dengan sistem pencernaan kita, juga memerlukan turun mesin agar dapat mempunyai tenaga kembali untuk melakukan tugasnya dalam mencernakan makanan dalam tubuh kita.

So sehat itu mudah dan tidak perlu mahal, berusaha mengikuti sunnah Rosul insya Alloh hidup kita kan lebih sehat.. Subhanalloh, begitu mulia rosul sampai mengajarkan kita melalui prilaku beliau yang sepanjang hidupnya beliau tidak pernah sakit..hanya Rosulullohlah teladan kita, dan terbaik prilakunya , semoga catatan kecil ini bermanfaat untuk kita semua sebagai bahan tambahan menyikapi prilaku hidup sehat kita sehari-hari..

01 Desember 2009

Keajaiban Manusia Akhir Zaman

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini. Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya:


Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.


Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.


Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.


Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.


Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.


Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.


Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.


Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.


Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.


Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.


Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.


Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.


Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.


Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.


Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.

Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.


Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.

Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.


Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.


Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris.


Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.


Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.


Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.


Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.

Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an….(fj)


nb: sumber dr http://eramuslim.com/berita/dunia/keajaiban-manusia-akhir-zaman.htm